-
Real Madrid kalah 2-4 dari Benfica dan gagal masuk posisi delapan besar klasemen.
-
Kylian Mbappe mengkritik keras performa tim yang dianggap tidak memiliki mentalitas sebagai juara.
-
Los Blancos terlempar ke posisi sembilan dan harus melalui babak playoff Liga Champions.
Suara.com - Malam kelam menyelimuti raksasa Liga Spanyol saat melakoni laga pamungkas fase grup di markas Benfica.
Kekalahan telak 2-4 yang diderita Real Madrid menjadi pukulan telak bagi ambisi besar klub tersebut.
Meskipun Kylian Mbappe berhasil menyumbangkan dua gol, performa lini belakang El Real tampak sangat rapuh.
Hasil negatif ini memastikan skuad asuhan Alvaro Arbeloa gagal menembus posisi delapan besar klasemen akhir.
Kekecewaan mendalam terlihat jelas dari raut wajah para pemain setelah peluit panjang dibunyikan wasit.
Mbappe tidak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya atas inkonsistensi yang ditunjukkan oleh rekan-rekan setimnya.
Penyerang bernomor punggung sembilan tersebut merasa ada sesuatu yang hilang dari semangat juang timnya.
"Saya tidak punya penjelasan yang jelas mengenai hal ini. Kami tidak memiliki kontinuitas dalam permainan, ini adalah masalah yang harus kami selesaikan. Kami tidak bisa berada di posisi ini setiap hari, ini bukan tim juara," ujar Mbappe seperti dilansir dari Football Espana.
Pernyataan keras ini mencerminkan betapa buruknya koordinasi permainan Madrid saat menghadapi tekanan tuan rumah.
Baca Juga: Siapa Lawan Real Madrid di Babak Play-off Liga Champions, Lawan Benfica Lagi?
Bagi Mbappe, mencetak gol pribadi tidak ada artinya jika kolektivitas tim hancur di lapangan.
Benfica tampil sangat dominan dan mampu mengeksploitasi setiap celah di barisan pertahanan Los Merengues.
Gol keempat yang bersarang ke gawang Madrid menjadi simbol rapuhnya fokus para pemain di menit akhir.
"Kami bermain buruk. Kemudian kalah 2-3, gol keempat tidak mengubah apa pun, agak memalukan tetapi tidak mengubah apapun. Pekan lalu kami bermain bagus tetapi sekarang tidak, kami harus memiliki kontinuitas," katanya melanjutkan.
Ketidakkonsistenan performa ini menjadi sorotan utama bagi staf pelatih sebelum memasuki fase sistem gugur.
Real Madrid yang biasanya ditakuti di Eropa kini justru terlihat rentan dan mudah kehilangan kendali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Deretan Fakta Menarik Matchday Terliar Liga Champions 2025/2026 Tadi Malam
-
Jejak 6 Pemain Keturunan Indonesia di Ajax Amsterdam Sebelum Maarten Paes
-
Tanpa Kurzawa dan Dion Markx, Andrew Jung Siap Jadi Tumpuan Persib di Stadion Manahan
-
Bukan Cuma Soal Postur, Ini Alasan Teknis Bojan Hodak Rekrut Dion Markx
-
Kualitas Maarten Paes Diremehkan, Disebut Tak Bakal Jadi Kiper Nomor Satu Ajax
-
Separah Apa Cedera Asnawi Mangkualam? Ancaman untuk Timnas Indonesia di FIFA Series
-
Rival Timnas Indonesia, Vietnam Kini Punya Tembok 3 Kiper Eropa Jelang Piala AFF 2026
-
Kronologis Asnawi Mangkualam Berakhir Tragis Akibat Cedera ACL Saat Sesi Latihan Bersama Port FC
-
Malam Penentuan di Liga Europa: Nasib 2 Pemain Timnas Indonesia di Ujung Tanduk
-
Cole Palmer ke Manchester United Gantikan Bruno Fernandes?