Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 30 Januari 2026 | 11:05 WIB
Pemain Timnas Indonesia Calvin Verdonk saat bermain unttuk klub NEC Nijmegen [twitter.com/Stafutstixs]
Baca 10 detik
  • Calvin Verdonk menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang lolos ke play-off Liga Europa musim ini.

  • Wakil Belanda termasuk Ajax dan Go Ahead Eagles gugur massal di kompetisi antarklub Eropa.

  • LOSC Lille melaju setelah kemenangan dramatis lewat penalti Olivier Giroud melawan Freiburg.

Suara.com - Panggung kompetisi antarklub Eropa musim ini memberikan cerita yang cukup kontras bagi para penggawa Timnas Indonesia.

Hanya ada satu nama yang berhasil mempertahankan napasnya untuk terus bersaing di level tertinggi sepak bola Benua Biru.

Calvin Verdonk kini berdiri sendirian memikul harapan publik tanah air setelah rekan-rekannya di tim nasional harus angkat koper.

Kegagalan massal yang dialami oleh klub-klub asal Belanda memberikan dampak langsung terhadap eksistensi pemain Garuda.

Situasi ini menjadi sorotan tajam mengingat banyaknya pemain diaspora Indonesia yang merumput di kompetisi kasta tertinggi Belanda.

Kepastian bertahannya Verdonk di kompetisi kasta kedua Eropa ditentukan melalui laga dramatis yang melibatkan LOSC Lille.

Klub asal Prancis tersebut berhasil memperpanjang napas mereka di Liga Europa setelah menundukkan perlawanan sengit Freiburg.

Pertandingan yang berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, itu berakhir dengan kemenangan tipis bagi tim tuan rumah.

Lille sukses mengunci kemenangan berkat gol tunggal yang dicetak oleh penyerang veteran asal Prancis, Olivier Giroud.

Baca Juga: Selamat Tinggal Penyerang Timnas Indonesia Rp 4,78 Miliar Terancam Digusur Striker Nigeria

Dalam pertandingan krusial tersebut, Calvin Verdonk dipercaya tampil sejak menit awal untuk menjaga kedalaman pertahanan timnya.

Bek sayap yang memiliki garis keturunan Aceh ini menunjukkan performa solid dalam mengawal sisi kiri lapangan Lille.

Kehadirannya di lapangan memberikan stabilitas bagi strategi yang diterapkan oleh pelatih kepala mereka, Bruno Genesio.

Kontribusi Verdonk berlangsung cukup lama sebelum akhirnya ia ditarik keluar oleh sang pelatih pada pengujung babak kedua.

Nasib berbeda dialami oleh rekan setim Verdonk di Timnas Indonesia, Dean James, yang bermain untuk Go Ahead Eagles.

Perjalanan klub tersebut di kompetisi kasta kedua Eropa harus terhenti setelah mereka gagal meraih poin maksimal.

Hasil imbang tanpa gol saat menjamu wakil Portugal, Braga, menjadi penyebab utama tersingkirnya klub kebanggaan Dean James.

Tambahan satu poin tersebut tidak mampu mendongkrak posisi mereka ke zona aman untuk memperebutkan tiket fase gugur.

Eagles harus puas mengakhiri petualangan kontinental mereka dengan menempati posisi ke-28 pada klasemen akhir grup.

Kabar duka bagi pencinta sepak bola nasional juga datang dari calon klub baru kiper utama Indonesia, Maarten Paes.

Paes yang santer dikabarkan segera berseragam Ajax Amsterdam harus melihat tim barunya tersingkir dari Liga Champions.

Meskipun belum turun ke lapangan, kiper yang memiliki akar keluarga dari Kediri ini sudah hadir langsung di stadion.

Kekalahan 1-2 dari wakil Yunani tersebut membuat Ajax terjerembap di posisi bawah klasemen dan gagal lolos ke fase berikutnya.

Keguguran yang dialami oleh James dan Paes menjadi potret nyata dari buruknya performa klub-klub Eredivisie musim ini.

Hampir seluruh perwakilan dari Liga Belanda mengalami nasib serupa dengan tersingkir lebih awal dari berbagai kompetisi Eropa.

Raksasa seperti Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven terpaksa mengakhiri perjalanan mereka di kasta tertinggi tanpa hasil manis.

Bahkan di ajang Liga Europa, tim-tim seperti Feyenoord, Utrecht, dan Go Ahead Eagles justru menjadi bulan-bulanan lawan.

Satu-satunya tim Belanda yang masih mampu bertahan di kompetisi antarklub Eropa hanyalah AZ Alkmaar di kasta ketiga.

Melempemnya prestasi klub-klub Belanda di kancah internasional ini mulai memberikan alarm bahaya bagi liga domestik mereka.

Penurunan prestasi ini diprediksi akan berdampak buruk pada posisi Belanda dalam tabel pemeringkatan koefisien resmi UEFA.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai berkurangnya jatah otomatis bagi tim-tim Belanda untuk masuk ke Liga Champions mendatang.

Laman Voetbal International menyebutkan bahwa saat ini Belanda terancam tertahan di peringkat ketujuh klasemen koefisien Eropa.

Hal ini berarti pada musim 2027-2028, Belanda mungkin hanya akan mengirimkan satu wakil langsung ke putaran utama.

Kembali ke prestasi Calvin Verdonk, LOSC Lille kini mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang lebih berat.

Setelah mengoleksi 12 poin, Lille harus melewati fase play-off terlebih dahulu sebelum bisa menembus babak 16 besar.

Jadwal pertandingan eliminasi ini direncanakan akan berlangsung dalam dua leg pada rentang waktu 19 hingga 26 Februari.

Lille sudah memetakan potensi lawan yang mungkin akan mereka hadapi untuk memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.

Salah satu kandidat lawannya adalah Red Star Belgrade yang merupakan mantan jawara kompetisi tertinggi di Eropa.

Selain raksasa asal Serbia, klub perwakilan dari kompetisi LaLiga Spanyol, Celta Vigo, juga berpotensi menjadi batu sandungan.

Pertemuan dengan klub-klub besar ini akan menjadi ujian nyata bagi kualitas pertahanan yang digalang oleh Calvin Verdonk.

Publik Indonesia tentu berharap Verdonk bisa terus melaju jauh demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Kegagalan pemain Indonesia lainnya di musim ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Verdonk untuk memberikan performa terbaiknya.

Kini, seluruh perhatian penggemar sepak bola di tanah air tertuju pada perjuangan sang bek kiri di daratan Prancis.

Load More