- Luis Milla menceritakan pengalaman masa mudanya saat diperiksa otoritas pajak Spanyol akibat adanya aliran dana besar di rekening pribadinya.
- Uang tersebut ternyata berasal dari Real Madrid yang digunakan Milla untuk menebus klausul kontraknya sendiri agar bisa pindah dari Barcelona.
- Hubungan Milla dengan Johan Cruyff berakhir kurang harmonis karena ketidaksepakatan kontrak yang membuatnya tersingkir dari skuad utama Barcelona.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, yang mengaku sempat berurusan dengan petugas pajak di negara asalnya, Spanyol.
Insiden pemeriksaan tersebut terungkap saat juru taktik yang pernah menukangi Persib Bandung ini menceritakan pengalaman masa mudanya dalam sebuah wawancara media.
Luis Milla membeberkan bahwa aliran dana besar yang masuk ke rekening pribadinya menjadi pemicu kecurigaan otoritas keuangan setempat pada saat itu.
Saat ini, Luis Milla diketahui menetap di Spanyol dan masih aktif berkecimpung di dalam ekosistem dunia sepak bola.
Dalam wawancara eksklusif bersama Elperiodico, ia mengenang momen ketegangan yang terjadi saat dirinya masih aktif bermain sebagai pesepak bola profesional.
Peristiwa tersebut bermula ketika Milla yang kala itu masih berusia 23 tahun melakukan transaksi perbankan dalam jumlah fantastis.
“Saya berusia 23 tahun saat itu. Saya datang ke bank bersama agen dan perwakilan klub untuk menyetorkan uang ke rekening Barcelona. Tak lama kemudian, saya mendapat pemberitahuan pemeriksaan pajak,” kata Milla seperti dilansir dari Elperiodico.
Usut punya usut, dana misterius tersebut ternyata berasal dari rival abadi Barcelona, yakni Real Madrid.
Uang itu sengaja ditransfer ke rekening pribadi Milla agar sang pemain bisa menebus klausul kontraknya sendiri untuk memuluskan kepindahan ke Real Madrid.
Baca Juga: Maarten Paes ke Ajax Amsterdam: Julukan Saya Tembok!
Meskipun sempat memicu kecurigaan petugas pajak, masalah tersebut akhirnya dapat diselesaikan setelah Milla memberikan klarifikasi mengenai asal-usul dana itu.
Luis Milla sendiri bukanlah sosok sembarangan dalam lembaran sejarah klub Barcelona.
Ia tercatat sebagai gelandang bertahan pertama yang menjadi fondasi dalam sistem permainan revolusioner Johan Cruyff atau yang dikenal sebagai nomor 4.
Walaupun hanya dua musim menjadi bagian inti dari proyek Cruyff, kontribusi Milla dianggap sebagai peletak dasar gaya bermain modern Blaugrana.
Sayangnya, kisah manis tersebut harus berakhir dengan kepahitan akibat negosiasi kontrak yang menemui jalan buntu.
Milla merasa tidak lagi mendapatkan penghargaan secara profesional meskipun statusnya saat itu adalah pemain timnas Spanyol.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Targetkan 8 Besar Asia, Mathew Baker Optimis Bawa Garuda Muda ke Piala Dunia U-17
-
Hasil BRI Super League: Taklukkan Bali United, MU Menjauh dari Zona Merah
-
Beckham Putra Punya Modal Penting Buat Kalahkan Persija Jakarta
-
Timnas Indonesia U-17 Introspeksi Total usai Gagal di AFF, Kurniawan Siapkan Kejutan untuk China
-
Shayne Pattynama Kritik Taktik Persija Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK
-
Jalan ke Jepang Terbuka, SSB Indonesia Bisa Tantang Akademi Elite Dunia
-
Bek Melbourne City Mathew Baker Pimpin Mentalitas Juara Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia 2026
-
Thomas Tuchel Optimis Performa Cole Palmer Bangkit Jelang Piala Dunia 2026
-
Persiapan Matang Jelang Piala Dunia 2026, Uzbekistan Tantang Eks Anak Asuh John Herdman