- Emil Audero melakukan 7 penyelamatan penting saat Cremonese menghadapi gempuran Atalanta, namun timnya harus kalah tipis 1-2 di pekan ke-24 Liga Italia.
- Statistik mencatat Emil Audero melakukan satu kesalahan yang berujung gol (error led to goal) di tengah performa sibuknya mengamankan gawang.
- Kekalahan ini menahan posisi Cremonese di peringkat 16 klasemen, sementara Atalanta merangkak naik mendekati zona Eropa.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, mencatatkan statistik yang cukup kontras saat membela Cremonese menghadapi Atalanta dalam lanjutan pekan ke-24 Liga Italia 2025/2026.
Meski melakukan total tujuh penyelamatan krusial sepanjang laga, gawang Emil Audero harus bobol dua kali yang salah satunya tercatat disebabkan oleh kesalahan antisipasi dirinya sendiri.
Pertandingan yang berlangsung di Gewiss Stadium pada Selasa (10/2/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk kemenangan tuan rumah Atalanta.
Atalanta langsung tampil menekan sejak menit awal dan memberikan ancaman serius ke gawang tim tamu di hadapan pendukungnya sendiri.
Emil Audero sempat melakukan aksi sigap pada menit ke-9 dengan menepis tembakan Giacomo Raspadori yang mengarah ke gawang.
Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-13 setelah Nikola Krstovic mencetak gol pembuka lewat tendangan akrobatik di dalam kotak penalti.
Berdasarkan data statistik dari FotMob, Emil Audero tercatat melakukan satu kesalahan fatal atau error led to goal yang berujung pada gol bagi kubu Atalanta.
Penderitaan Cremonese bertambah pada menit ke-25 ketika Davide Zappacosta sukses menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0.
Sepanjang pertandingan, Emil Audero bekerja sangat keras di bawah mistar gawang dengan mencatatkan total 65 sentuhan bola.
Baca Juga: Inter Gilas Jay Idzes Cs 5-0, Chivu Lempar Kata-kata Pedas: Mereka Sempat Merepotkan tapi...
Mantan kiper Inter Milan ini tercatat melakukan empat penyelamatan di dalam kotak penalti (saves inside box) untuk menjaga gawangnya tidak kebobolan lebih banyak.
Selain itu, ia juga aktif dalam membantu pertahanan dengan melakukan sembilan kali pemulihan bola atau recoveries.
Distribusi bola Audero dari lini belakang cukup dominan dengan melepaskan 21 umpan lambung akurat dari 37 percobaan yang dilakukannya.
Ketangguhan Audero terlihat jelas di babak kedua saat ia menggagalkan peluang emas bertubi-tubi dari Ederson, Raspadori, hingga Kamaldeen Sulemana.
Cremonese baru bisa memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada masa injury time menit ke-90+4 melalui sontekan Morten Thorsby.
Kekalahan ini membuat Cremonese masih tertahan di peringkat 16 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 23 poin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Benjamin Sesko Ungkap Cara Menjaga 'Rasa Lapar' sebagai Penyerang MU
-
Inter Miami Namai Tribun Stadion Baru dengan Nama Lionel Messi
-
John Herdman Ungkap Kunci Kemenangan Telak Timnas Indonesia atas St Kitts and Nevis
-
John Herdman Kenang Kanada, Cuma Menang 1-0 saat Melawan St Kitts and Nevis
-
Alasan John Herdman Tak Pernah Diam Sepanjang Pertandingan
-
Federico Valverde Buat Wembley Terdiam, Uruguay Tahan Imbang Inggris di Menit Akhir
-
Tijjani Reijnders Jadi Pahlawan Kemenangan Belanda atas Norwegia
-
John Herdman Ungkap Target Utama Timnas Indonesia, Lolos ke Piala Dunia 2030
-
John Herdman: Saya Memikirkan Marselino dan Miliano
-
Begitu Bertenaga, John Herdman Terkesan dengan Lagu Indonesia Raya