- Pengamat Mohamad Kusnaeni menilai pemain naturalisasi ke Liga Indonesia adalah proses alamiah mencari menit bermain.
- Keputusan merumput di domestik merupakan strategi menjaga performa karena kesulitan bersaing di klub elit luar negeri.
- Kusnaeni membagi pemain diaspora menjadi senior yang menjaga performa dan talenta muda mencari batu loncatan.
Suara.com - Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, memberikan pandangan kritis terkait tren perpindahan pemain naturalisasi dan diaspora ke kompetisi Super League belakangan ini.
Menurut Mohamad Kusnaeni, bergabungnya para pemain keturunan ke klub-klub di Liga Indonesia merupakan sebuah proses alamiah yang didasari oleh kebutuhan mendapatkan menit bermain.
Banyaknya figur diaspora yang memilih merumput di kancah domestik dianggap sebagai sinyal bahwa mereka mulai kesulitan bersaing untuk menembus skuad utama di klub-klub elit luar negeri yang memiliki level tinggi.
"Artinya pemain-pemain yang pindah [ke klub-klub Liga Indonesia] itu kan umumnya yang tidak mampu bersaing di negara lain, di level klub yang tinggi," kata pengamat sepak bola yang akrab disapa Bung Kus itu dikutip dari Antara.
Fenomena ini menarik perhatian publik seiring dengan gelombang kedatangan pemain berlabel tim nasional yang sebelumnya berkarier di benua Eropa maupun Australia.
Kusnaeni menilai keputusan para pemain tersebut untuk berlabuh ke Indonesia adalah bagian dari strategi untuk menjaga performa serta kinerja mereka di lapangan hijau.
Sejak awal musim 2025, tercatat nama-nama beken seperti Jordi Amat yang pindah ke Persija Jakarta, serta Rafael Struick yang kini membela Dewa United.
Selain itu, Bali United sukses mengamankan jasa Jens Raven dari Belanda, sementara Persib Bandung mendatangkan duet Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Pergerakan transfer ini terus berlanjut pada paruh musim dengan merapatnya Shayne Pattynama ke kubu Macan Kemayoran dan Dion Markx yang memperkuat Maung Bandung.
Baca Juga: Siapa Ricky Pratama? Pemain Berlabel Timnas Indonesia yang Dipolisikan Atas Dugaan Penganiayaan
Kabar yang paling menyita perhatian adalah kesepakatan kontrak Mauro Zijlstra dengan Persija Jakarta serta kepindahan Ivar Jenner dari FC Utrecht ke Dewa United.
Kusnaeni menekankan bahwa bagi seorang pesepak bola, kesempatan bertanding secara reguler jauh lebih penting daripada sekadar bertahan di klub besar namun hanya menjadi penghuni bangku cadangan.
"Karena pemain itu kalau kelamaan tidak bermain, hanya duduk di bangku cadangan itu kemampuannya menurun," kata Kusnaeni saat dihubungi pada Selasa.
Ia juga membedakan profil para pemain diaspora yang datang ke Indonesia menjadi dua kategori utama, yakni pemain senior dan talenta muda yang sedang merintis karier.
Pemain seperti Jordi Amat, Thom Haye, dan Shayne Pattynama dinilai sudah melewati masa produktif atau usia emas mereka di kancah internasional.
Di sisi lain, pemain yang masih sangat muda seperti Jens Raven dan Mauro Zijlstra menjadikan Liga Indonesia sebagai wadah untuk memulai langkah di level profesional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Jangan Salah Paham! Ini Beda Skandal Dokumen Malaysia vs Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia
-
Bos Eredivisie Beberkan 2 Opsi Agar Pemain Timnas Indonesia Bisa Kembali Bermain di Belanda
-
3 Negara Kuat yang Absen di Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
Daftar Skuad Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Muhammad Albagir
-
Pelatih Belanda Kasih Tantangan untuk Ivar Jenner, Apa Itu?
-
Media Bulgaria Kagum dengan Permainan dan Mental Timnas Indonesia
-
Alasan Maarten Paes Lolos dari Polemik Paspor Tak Seperti Dean James Hingga Nathan Tjoe-A-On
-
Pelatih Belanda Angkat Topi dengan Penampilan Ivar Jenner Bersama Timnas Indonesia
-
Berpisah dengan John Herdman, Nova Arianto Mulai Blusukan Bentuk Timnas Indonesia U-20
-
Timnas Indonesia Disebut Calon Juara Piala AFF 2026 Usai Tampil Garang Lawan Bulgaria