Bola / Bola Indonesia
Rabu, 18 Februari 2026 | 15:39 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. (Dok. Persija)
Baca 10 detik
  • Pelatih Persija, Mauricio Souza, sukses bereksperimen menggeser bek Jordi Amat menjadi gelandang bertahan.
  • Eksperimen ini terbukti berhasil saat Persija menang 1-0 atas Bali United, 15 Februari 2026.
  • Penampilan solid Jordi Amat sebagai gelandang menambah opsi berkualitas bagi Timnas Indonesia asuhan John Herdman.

Suara.com - Berkah tak terduga kini menghampiri Timnas Indonesia berkat eksperimen brilian yang dilakukan oleh pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza.

Keputusannya untuk menggeser bek tengah andalan, Jordi Amat ke posisi gelandang bertahan ternyata tidak hanya sukses bagi klub, tetapi juga secara otomatis menambah kedalaman dan opsi bagi Skuad Garuda.

Eksperimen ini mencapai puncaknya saat Persija melawat ke markas Bali United, Minggu (15/2/2026).

Diplot sebagai jangkar lini tengah sejak menit pertama, Jordi Amat tampil luar biasa solid dan dinobatkan sebagai Man of the Match dalam kemenangan 1-0 Macan Kemayoran.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa Amat lebih dari mampu untuk menjalankan peran baru tersebut.

Situasi ini jelas menjadi kabar gembira bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.

Sebelumnya, Skuad Garuda relatif memiliki pilihan terbatas untuk posisi gelandang tengah murni, dengan nama-nama seperti Thom Haye, Ricky Kambuaya, Joey Pelupessy, Ivar Jenner, dan Marc Klok.

Dengan moncernya Jordi Amat sebagai gelandang, Indonesia kini memiliki tambahan satu opsi berkualitas yang bisa diandalkan, terutama saat membutuhkan skema permainan yang lebih solid di lini tengah.

Jordi Amat sendiri mengaku sangat terkejut sekaligus bahagia dengan penghargaan individu yang ia raih saat bermain di luar posisi aslinya.

Baca Juga: Kata-kata Shayne Pattynama Usai Kalah Bersaing dari Dony Tri Pamungkas di Persija

"Saya sangat bahagia untuk momen ini. Saya harus bilang bahwa saya tidak menyangka hal ini," kata Jordi Amat dikutip dari laman resmi Persija.

"Tapi ya, bangga bisa meraih kemenangan. Terima kasih untuk semua rekan setim saya, juga untuk semua pendukung yang datang,” tambahnya.

Ia bahkan berkelakar tentang kemungkinan untuk berganti posisi secara permanen setelah meraih penghargaan MoTM sebagai seorang gelandang.

“Gila rasanya bisa memenangkan penghargaan Man of the Match bermain sebagai gelandang. Tapi mungkin saya harus ganti posisi," ucap Jordi Amat.

"Jadi, sangat bahagia, sangat senang bisa membantu dan semoga masih banyak lagi yang akan datang,” imbuhnya lagi.

Kesuksesan ini, menurutnya, adalah buah dari kerja keras seluruh tim selama masa persiapan.

"Kerja keras, kerja keras. Kalian tidak bisa membayangkan berapa banyak jam kami berlatih, bekerja," beber Jordi.

"Menonton video, melakukan analisis setelah pertandingan. Jadi kami pantas mendapatkannya. Sangat bahagia."

"Dan sekarang mari kita pergi dan merayakan karena kami juga punya pertandingan-pertandingan yang sangat berat ke depan,” pungkasnya.

Load More