- Insiden dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior saat laga Real Madrid kontra Benfica sempat menghentikan pertandingan sepuluh menit.
- Vinicius Jr. dan rekan setimnya meninggalkan lapangan; Trent Alexander-Arnold mengecam tindakan tersebut sebagai aib sepak bola.
- Kritik muncul terhadap Mourinho yang menyalahkan selebrasi Vinicius, sementara Mbappe menuntut sanksi berat bagi pelaku.
Suara.com - Insiden dugaan pelecehan rasial terhadap bintang Vinicius Junior dalam laga Liga Champions antara Real Madrid kontra Benfica berbuntut panjang.
Pertandingan di Estadio da Luz itu sempat dihentikan selama 10 menit setelah Vinicius melaporkan dugaan pelecehan rasial yang dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, kepada wasit Francois Letexier.
Pemain asal Brasil tersebut bersama rekan-rekannya sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
Vinicius, yang sebelumnya juga beberapa kali menjadi korban rasisme sepanjang kariernya, menegaskan lewat Instagram bahwa rasis adalah pengecut.
Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut tindakan rasisme itu sebagai aib bagi sepak bola yang merusak momen indah kemenangan 1-0 Los Blancos.
“Tidak ada tempat untuk itu di sepak bola maupun di masyarakat. Ini menjijikkan,” tegasnya dikutip dari BBC.
Alih-alih fokus mengecam dugaan rasisme, Mourinho justru menyoroti selebrasi Vinicius yang dianggapnya tidak hormat.
Ia menyebut setiap stadion yang didatangi sang winger selalu memunculkan kontroversi.
“Saya pikir dia memprovokasi penonton. Saat mencetak gol seperti itu, rayakan dengan hormat,” kata Mourinho.
Baca Juga: Apa Itu Protokol Anti Rasisme? Diaktifkan Saat Vinicius Dihina Gianluca Prestianni
Ia juga menyebut legenda Benfica, Eusebio, sebagai bukti bahwa klub tersebut bukan rasis.
Pernyataan ini langsung menuai kritik. Legenda Real Madrid, Clarence Seedorf, menyebut Mourinho melakukan kesalahan besar karena terkesan membenarkan rasisme dengan dalih provokasi.
Senada, Theo Walcott menyatakan Mourinho seharusnya tidak berbicara di depan kamera dalam situasi sensitif tersebut.
Sementara itu, penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bahkan meminta agar Prestianni tidak lagi diizinkan tampil di Liga Champions jika terbukti bersalah.
“Kita tidak bisa menerima pemain di kompetisi tertinggi Eropa bertindak seperti itu,” ujar Mbappe.
Legenda Arsenal, Thierry Henry, yang juga pernah menjadi korban rasisme, menyatakan empatinya kepada Vinicius.
“Terkadang Anda merasa sendirian. Ini bisa menjadi kata-katamu melawan kata-katanya,” ujar Henry.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Apa Itu Protokol Anti Rasisme? Diaktifkan Saat Vinicius Dihina Gianluca Prestianni
-
Prediksi Skor Club Brugge vs Atletico Madrid: Los Rojiblancos Terancam Tumbang?
-
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter Milan: Nerazzurri Wajib Menang di Kutub Utara
-
Jose Mourinho Sindir Vinicius yang Kena Serangan Rasial Hingga Sebut Madrid Dibantu Wasit
-
Gianluca Prestianni Sebut Vinicius Jr Monyet, Legenda Dunia Ngamuk: Jangan Jadi Pengecut!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung