- Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, tidak terkejut dengan atmosfer GBLA saat melawan Persib Bandung, Rabu (18/2/2026).
- Worrawoot kecewa atas insiden suporter turun ke lapangan akibat ketidakpuasan atas kepemimpinan wasit.
- Ia memuji atmosfer luar biasa suporter Indonesia, yang dinilainya lebih meriah dibandingkan pertandingan di Thailand.
Suara.com - Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, mengaku tidak terkejut dengan atmosfer pertandingan saat menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Rabu (18/2/2026).
Pada leg kedua babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 tersebut, ribuan Bobotoh memadati stadion.
Menurut Worrawoot, saat masih aktif sebagai pemain, ia pernah merasakan atmosfer pertandingan di hadapan 100 ribu penonton.
"Sejujurnya, saya tidak terlalu terkejut. Di masa lalu saya pernah bermain di hadapan 100 ribu penonton," ucapnya seusai pertandingan.
Namun, ia menyayangkan insiden yang terjadi setelah laga berakhir. Atmosfer luar biasa di GBLA dinilainya sempat tercoreng oleh aksi segelintir oknum.
Sejumlah oknum suporter dari tribun selatan turun ke lapangan karena kecewa terhadap kepemimpinan wasit Majed Mohammed Al-Shamrani.
"Tapi hari ini saya harus mengakui sempat sedikit kecewa dengan situasi di akhir pertandingan," ungkapnya.
Meski demikian, situasi dapat segera dikendalikan setelah aparat keamanan dan panitia pelaksana bertindak.
"Namun setelah laga selesai, semuanya kembali tenang," katanya.
Baca Juga: Bojan Hodak Ngamuk Akibat Ulah Oknum Suporter di Laga ACL 2 Kontra Ratchaburi
Sebagai pelatih, Worrawoot memahami kekecewaan suporter. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak seharusnya dilampiaskan melalui tindakan yang merugikan.
"Kami memahami mengapa para suporter kecewa, tapi ini hanyalah sebuah pertandingan. Sepak bola untuk dinikmati," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Worrawoot juga mengakui Indonesia memiliki atmosfer suporter yang luar biasa.
"Pertama, saya pernah bermain di Jakarta, jadi saya bisa membandingkan Jakarta dan Bandung," ungkapnya.
"Hal yang paling menonjol ketika bermain di Indonesia adalah dukungan suporter yang sangat meriah. Itu menyenangkan dan penuh semangat," ujarnya.
Menurutnya, atmosfer seperti di GBLA jarang ditemui dalam pertandingan di Thailand.
"Di Thailand, kami jarang melihat atmosfer seperti ini," tegasnya.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Arsenal Akan Parade Juara Liga Inggris Musim 2025/2026 di Islington Pada 31 Mei
-
Aston Villa Juara Liga Europa 2026
-
Gebrakan Indonesia di Markas PBB: UniLeague Jadi Model Dunia untuk Pemberdayaan Pemuda
-
Catat! Nonton Piala Dunia 2026 Kini Lebih Gampang
-
Asisten Bojan Hodak Takut Persib Kalah di Laga Pamungkas dan Gagal Juara
-
Inter Keliling Dunia! Chivu Bawa Nerazzurri ke Jerman, Hong Kong, Indonesia?
-
Mengenang Starting XI Pertama Mikel Arteta di Arsenal, Hanya Satu yang Tersisa Saat Juara
-
Kiper Buangan Pep Guardiola Bongkar Kunci Sukses Arsenal Juara Liga Inggris
-
Cesc Fabregas Ngelamar Jadi Pelatih Inter dengan Presentasi PowerPoint Berujung Ditolak
-
Conte Balik ke Juventus? Drama 12 Tahun yang Bisa Berakhir Musim Panas Ini