-
Bojan Hodak mengecam keras aksi invasi lapangan oleh oknum suporter Persib usai laga.
-
Pelatih Persib khawatir klub akan terkena denda besar dari AFC akibat ulah suporter.
-
Bojan Hodak dan pemain turun tangan langsung menenangkan penonton agar kembali ke tribun.
Sayangnya kemenangan moral tersebut harus ternoda oleh aksi segelintir individu yang dianggap egois oleh pelatih.
Bojan Hodak menekankan bahwa ulah sebagian kecil orang tersebut bisa mendatangkan petaka bagi manajemen Persib.
Klub kini dihantui ancaman denda finansial yang besar dari pihak penyelenggara kompetisi AFC akibat pelanggaran tersebut.
Kepentingan pribadi para oknum ini dinilai telah mengabaikan keselamatan serta aturan ketat yang berlaku di stadion.
"Tapi ada seratus orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya."
Kekhawatiran sang pelatih sangat beralasan mengingat ketatnya regulasi keamanan pada turnamen resmi tingkat Asia tersebut.
Banyak pihak merasa dirugikan karena suasana kondusif yang telah terjaga sepanjang laga seketika berubah menjadi kacau.
Hodak memandang aksi turun ke lapangan tersebut sebagai bentuk teror yang tidak seharusnya terjadi dalam sepak bola.
"Karena kami bisa saja didenda karena seratus orang atau bahkan itu kurang dari seratus orang. Mereka meneror semuanya," ucapnya kemudian.
Baca Juga: Sampai Turun Tangan Langsung, Bojan Hodak Blak-blakan Kesal Liat Bobotoh Rusuh
Ia menegaskan kembali bahwa loyalitas Bobotoh seharusnya ditunjukkan dengan cara yang positif dan sesuai aturan.
Bagi Hodak persentase pendukung yang tertib jauh lebih besar dibandingkan mereka yang membuat kerusuhan di lapangan.
Ia tetap bangga dengan atmosfer luar biasa yang diciptakan oleh 99 persen suporter di stadion tersebut.
Status sebagai tuan rumah akan selalu menjadi poin plus bagi Persib selama penonton tetap patuh aturan.
"Saya bisa katakan 99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah, itu keuntungan ketika kami bermain di kandang sendiri," tukasnya.
Situasi sempat memanas ketika peluit akhir dibunyikan dan beberapa penonton nekat melompati pagar pembatas tribun.
Melihat kondisi yang mulai tidak terkendali Bojan Hodak memutuskan untuk turun langsung ke tengah lapangan.
Sang pelatih berusaha melakukan dialog dan menenangkan massa agar segera kembali ke kursi penonton masing-masing.
Momen keberanian Hodak tersebut sempat terekam oleh kamera penonton dan menjadi pembicaraan hangat di jagat maya.
Tidak sendirian sejumlah pemain bintang Persib juga ikut membantu meredakan ketegangan yang terjadi di area lapangan.
Nama-nama seperti Eliano Reijnders dan Layvin Kurzawa terlihat aktif memberikan imbauan kepada para suporter yang mendekat.
Kapten tim Dedi Kusnandar juga tidak tinggal diam dalam upaya mengosongkan kembali area terlarang tersebut.
Beruntung ajakan dari pelatih dan para pemain direspons dengan cukup kooperatif oleh massa yang berada di bawah.
Secara perlahan kelompok suporter tersebut mulai meninggalkan lapangan dan situasi berangsur-angsur menjadi kembali kondusif.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen tim dalam menghadapi sisa kompetisi yang masih panjang.
Keseimbangan antara semangat memberikan dukungan dan kepatuhan pada regulasi menjadi kunci utama agar Persib aman.
Manajemen klub kini harus bekerja lebih keras untuk memastikan insiden serupa tidak terulang di laga berikutnya.
Dukungan Bobotoh memang merupakan nyawa bagi tim namun perilaku disiplin tetap menjadi prioritas yang utama.
Jangan sampai ambisi besar klub untuk berprestasi di kancah internasional harus terhambat oleh sanksi administratif.
Kini semua pihak berharap agar euforia kemenangan bisa disalurkan melalui cara-cara yang tetap menguntungkan bagi tim.
Menjaga nama baik Persib di level Asia adalah tanggung jawab bersama antara manajemen pemain dan seluruh pendukung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
KPK Periksa Stafsus Menhut Raja Juli, Dalami Dugaan Suap Bupati Kuansing
-
Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan
-
Kredit Mobil Brio: Berapa Gaji Minimal yang Aman? Begini Simulasinya
-
Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera
-
Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu
-
9 Rekomendasi Skin Tint Ringan untuk Tampilan Segar dan Anti Dempul
-
KPK Bongkar Dugaan Rasuah di Pemkab Bogor, Upah Pungut hingga Pengadaan Barang Disorot
-
Krisis Air Bersih Meluas di Makassar, Ini Kecamatan Terdampak dan Cara Lapor
-
Sudah Disambut Baik, Pramono Anung Izinkan Warga Pati Demo di Jakarta: Itu Dijamin Demokrasi!
-
Terseret Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Ditangkap KPK