Bola / Bola Dunia
Kamis, 19 Februari 2026 | 19:20 WIB
Pecinta sepak bola era 90-an tentu tak asing dengan kiper bernama Jose Luis Chilavert. Ia adalah ikon unik dalam sejarah sepak bola, kiper haus gol, spesialis tendangan bebas, sekaligus figur penuh kontroversi. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Jose Luis Chilavert, kiper legendaris Paraguay, mengomentari dugaan rasisme laga Liga Champions Benfica versus Real Madrid.
  • Ia membela Gianluca Prestianni dan menuduh Vinícius Junior sebagai pihak pertama yang memulai penghinaan tersebut.
  • Chilavert dikenal sebagai kiper pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa dengan total 67 gol profesional.

Suara.com - Pecinta sepak bola era 90-an tentu tak asing dengan kiper bernama Jose Luis Chilavert. Ia adalah ikon unik dalam sejarah sepak bola, kiper haus gol, spesialis tendangan bebas, sekaligus figur penuh kontroversi.

Kontroversi terbarunya ialah saat mengeluarkan pernyataan terkait insiden dugaan rasisme di laga Benfica vs Real Madrid pada fase knock out Liga Champions.

Dalam wawancara bersama Radio Rivadavia, mantan kiper yang juga eks pemain Vélez Sarsfield itu secara terbuka membela Gianluca Prestianni dan justru menuding Vinícius sebagai pemicu perselisihan.

Chilavert mempertanyakan mengapa Prestianni menjadi sasaran kritik di Spanyol. Ia menyebut bahwa penghinaan pertama justru datang dari kubu Vinicius.

“Saya berdiri bersama Prestianni. Vinicius adalah orang pertama yang menghina semua orang,” kata Chilavert.

Kiper legendaris Paraguay, Jose Luis Chilavert melontarkan pernyataan kontroversial terkait insiden dugaan rasisme dalam laga Benfica kontra Real Madrid pada fase knock out Liga Champions. [Instagram]

Profil Jose Luis Chilavert

Lahir di Luque, Paraguay, 27 Juli 1965, Chilavert menjelma menjadi salah satu kiper terbaik dunia pada era 1990-an. Posturnya 1,88 meter, refleks cepat, dan kepemimpinan kuat membuatnya disegani.

Sepanjang karier profesionalnya, Chilavert mencetak 67 gol, sebagian besar melalui penalti dan tendangan bebas.

Ia mengoleksi delapan gol untuk timnas Paraguay, termasuk empat saat kualifikasi Piala Dunia 2002.

Baca Juga: Bela Gianluca Prestianni, Jose Luis Chilavert Sebut Vinicus Jr Sumber Masalah

Ia menjadi kiper dengan gol terbanyak kedua sepanjang masa, hanya kalah dari Rogerio Ceni.

Chilavert juga tercatat sebagai salah satu dari sedikit kiper yang pernah mencetak hat-trick, seluruhnya lewat titik putih saat membela Velez Sarsfield.

Di level klub, ia meraih 12 trofi, termasuk Copa Libertadores 1994 dan Piala Interkontinental 1994 bersama Vélez. Ia juga tiga kali dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Dunia versi IFFHS.

Dijuluki El Buldog, Chilavert dikenal berkepribadian keras dan berani bersuara. Ia pernah terlibat perkelahian dengan Faustino Asprilla dalam laga kualifikasi Piala Dunia.

Pada 2002, ia diskors FIFA usai insiden dengan Roberto Carlos. Di luar lapangan, ia juga kerap melontarkan kritik tajam terhadap federasi dan politisi Paraguay.

Usai pensiun pada 2004, Chilavert tetap aktif di dunia publik. Ia bahkan mencalonkan diri sebagai presiden Paraguay pada pemilu 2023, meski hanya meraih kurang dari 1 persen suara.

Kontributor: Azka Putra

Load More