- Bank Jakarta menyelenggarakan acara "From the Pitch to the Branch" yang mempertemukan pemain Persija Jakarta dengan The Jakmania pada Rabu (18/2/2026).
- Inisiatif ini bertujuan mendorong inklusi keuangan dengan memfasilitasi pembukaan rekening serta aktivasi layanan digital seperti mobile banking bagi suporter.
- Bank Jakarta menggunakan strategi kemitraan komunitas, termasuk dengan klub olahraga, untuk mempromosikan transaksi non-tunai dan layanan perbankan.
Suara.com - Bank Jakarta menggelar inisiatif unik bertajuk 'From the Pitch to the Branch' untuk mempererat hubungan dengan komunitas suporter sepak bola di ibu kota.
Kegiatan ini mempertemukan langsung para pemain Persija Jakarta dengan pendukung setia mereka, The Jakmania, di dalam area perbankan.
Bertempat di kantor cabang Bank Jakarta pada Rabu (18/2/2026), suasana riuh menyelimuti interaksi hangat antara para atlet idola dan penggemarnya.
Tak sekadar ajang temu sapa atau foto bersama, acara ini menjadi jembatan edukasi perbankan bagi masyarakat yang selama ini lebih akrab dengan atmosfer lapangan hijau.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengungkapkan bahwa pendekatan berbasis komunitas merupakan strategi efektif untuk mendorong inklusi keuangan secara masif.
"Melalui tema From the Pitch to the Branch, kami ingin membawa energi dan semangat kebersamaan dari lapangan ke dalam layanan perbankan. Inklusi keuangan berarti memastikan setiap lapisan masyarakat, termasuk komunitas suporter, untuk memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan bermanfaat," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).
Bank Jakarta turut memfasilitasi pembukaan rekening tabungan secara instan serta aktivasi layanan mobile banking JakOne Mobile bagi para suporter di lokasi acara.
Kehadiran bintang lapangan hijau ini diharapkan mampu memantik minat para Jakmania untuk mulai beralih menggunakan teknologi transaksi non-tunai melalui QRIS.
Langkah ini juga menjadi upaya perbankan dalam memperkenalkan kartu debit VISA yang dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi sehari-hari para anggota komunitas.
Baca Juga: Tersandung Kasus Dugaan Penganiayaan, PSM Coret Ricky Pratama Saat Hadapi Persija
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menilai kolaborasi dengan Persija adalah langkah nyata dalam membangun ekosistem ekonomi yang berbasis komunitas.
"Kami memandang olahraga, utamanya sepak bola adalah medium pemersatu interaksi dan aktivitas warga yang kuat. Melalui kolaborasi ini, Bank Jakarta ingin memastikan inklusi keuangan hadir secara nyata, tidak hanya sebagai program, tetapi sebagai gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Arie.
Selain sepak bola, Bank Jakarta sebelumnya juga telah menjalin kerja sama strategis dengan klub basket Pelita Jaya Jakarta untuk memperluas jangkauan literasi.
Sinergi lintas cabang olahraga ini bertujuan untuk memperkuat pemanfaatan layanan perbankan digital di lingkungan pertandingan serta mendukung ekosistem UMKM terkait.
Melalui program yang berkelanjutan, Bank Jakarta berencana terus menyambangi berbagai titik komunitas demi memperluas akses layanan keuangan yang inklusif di ibu kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan