Bola / Bola Dunia
Senin, 23 Februari 2026 | 07:05 WIB
Cristiano Ronaldo (Timnas Portugal)
Baca 10 detik
  • Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa selama dua hari saat Ramadan untuk menghargai tradisi rekan setimnya.

  • Mantan rekan setim, Shaya Al-Sharhili, mengonfirmasi eksperimen adaptasi budaya yang dilakukan oleh sang megabintang.

  • Perubahan jadwal pertandingan menjadi tantangan utama bagi pemain asing di Liga Arab Saudi.

Suara.com - Kisah tak terduga datang dari jagat sepak bola Arab Saudi mengenai sosok ikonik Cristiano Ronaldo.

Pemain legendaris asal Portugal tersebut ternyata pernah mencoba menjalankan ibadah puasa layaknya umat Muslim.

Langkah ini diambil Ronaldo tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun di klubnya saat ini.

Keinginan kuat untuk memahami tradisi lokal menjadi alasan utama di balik aksi mengejutkan sang kapten.

Fenomena ini terjadi di tengah kesibukan jadwal kompetisi yang sangat padat bagi skuad Al Nassr.

Informasi mengenai pengalaman spiritual ini dibagikan langsung oleh mantan rekan setimnya, Shaya Al-Sharhili.

Shaya mengungkapkan bahwa Ronaldo ingin merasakan langsung perjuangan para pemain Muslim saat bertanding sambil berpuasa.

Melalui sebuah wawancara media, Shaya membeberkan durasi waktu yang dihabiskan Ronaldo untuk mencoba hal tersebut.

“Ia mencoba berpuasa bersama para pemain pada Ramadan tahun lalu, ia berpuasa selama dua hari untuk merasakan bagaimana rasanya berpuasa bagi umat Muslim,” ujar Shaya.

Baca Juga: 35 Kata-Kata Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 2026, Penuh Doa dan Makna

Pernyataan ini sontak menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta sepak bola internasional maupun penggemar lokal.

Disiplin Ketat dan Penyesuaian Nutrisi

Ronaldo memang dikenal sebagai atlet yang sangat terobsesi dengan kesehatan dan komposisi nutrisi tubuhnya.

Keputusannya untuk mengubah pola makan secara drastis meski hanya dua hari adalah langkah yang berani.

Baginya, memahami rekan setim adalah bagian penting dari kepemimpinan yang ia jalankan di lapangan hijau.

Kisah ini muncul saat Shaya ditanya mengenai efek bulan suci terhadap kondisi fisik para pesepak bola.

Perbedaan cara beradaptasi antara pemain lokal dan pemain mancanegara memang menjadi isu yang cukup menarik.

Pemain yang berasal dari luar Arab Saudi biasanya merasakan dampak yang jauh lebih signifikan selama Ramadan.

Hal ini berkaitan erat dengan pergeseran waktu kick-off pertandingan yang sengaja dibuat lebih larut malam.

Penyesuaian waktu istirahat menjadi kunci utama bagi para pemain agar tetap bugar saat bertanding.

Tubuh para atlet dipaksa untuk bekerja ekstra keras di tengah perubahan ritme biologis yang tidak biasa.

Kemampuan Adaptasi Fisik Atlet Profesional

Meskipun berat di awal, Shaya menekankan bahwa kondisi fisik manusia sebenarnya sangatlah fleksibel dalam menyesuaikan diri.

Diperlukan waktu beberapa hari bagi seorang atlet untuk bisa mencapai performa puncak di bawah jadwal baru.

“Setelah tujuh hari berlalu, tubuh akan mulai terbiasa dengan perbedaan tersebut dan semuanya kembali berjalan normal,” tutupnya.

Ronaldo sendiri tampaknya tidak menemui kendala besar dalam proses penyesuaian budaya dan fisik tersebut.

Kehadirannya di Timur Tengah memang membawa dampak yang melampaui sekadar urusan teknis mencetak gol di gawang lawan.

Aksi mencoba berpuasa ini menjadi bukti nyata rasa hormat Ronaldo terhadap budaya masyarakat di Arab Saudi.

Sebagai peraih lima penghargaan Ballon d’Or, ia tetap memiliki kerendahan hati untuk mempelajari nilai-nilai baru.

Sejak mendarat di Riyadh pada awal tahun 2023, ia telah menjadi simbol perubahan besar liga domestik.

Eksperimen puasa ini melengkapi perjalanan panjang kariernya yang penuh dengan catatan-catatan luar biasa di berbagai negara.

Ronaldo kini bukan sekadar pemain asing, melainkan bagian dari komunitas yang menghargai keberagaman tradisi setempat.

Transformasi Citra Sepak Bola Saudi

Dampak kehadiran CR7 sangat terasa dalam mengangkat popularitas kompetisi kasta tertinggi di negara kerajaan tersebut.

Setiap gerak-geriknya selalu menjadi perhatian dunia, termasuk bagaimana ia menyikapi hari besar keagamaan seperti Ramadan.

Adaptasi terhadap cuaca ekstrem dan ritme hidup di sana telah ia lalui dengan sangat profesional.

Kisah puasa dua hari ini akan menjadi catatan menarik dalam sejarah perjalanan karier sepak bola profesionalnya.

Bagi fans, hal ini membuktikan bahwa sang mega bintang terus berkembang sebagai pribadi yang terbuka dan suportif.

Perjalanan karier di Arab Saudi memberikan dimensi baru bagi kehidupan seorang Cristiano Ronaldo secara personal.

Ia terus menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan latar belakang budaya.

Ronaldo mengajarkan bahwa empati terhadap rekan kerja bisa dimulai dengan mencoba apa yang mereka jalani.

Kisah inspiratif ini menambah daftar panjang alasan mengapa dirinya tetap menjadi idola global hingga hari ini.

Kini publik menanti kejutan apalagi yang akan diberikan oleh sang legenda di musim-musim mendatang bersama Al Nassr.

Load More