-
Shayne Pattynama memaknai Ramadan sebagai ruang belajar toleransi dan kedisiplinan selama di Indonesia.
-
Bek Persija tersebut mengaku sulit saat mencoba puasa 12 jam di cuaca panas.
-
Atmosfer Ramadan di Indonesia dianggap memberikan motivasi spiritual tambahan bagi para atlet lapangan.
Suara.com - Bulan suci Ramadan selalu menyisakan memori mendalam bagi para pesepakbola profesional yang merumput di tanah air.
Pengalaman spiritual dan sosial ini dirasakan secara langsung oleh bek andalan Persija Jakarta, Shayne Pattynama.
Bagi pemain naturalisasi ini, Ramadan bukan hanya sekadar agenda rutin tahunan bagi umat beragama Islam.
Ia memandang bulan ini sebagai momentum krusial untuk mendalami arti rasa hormat serta nilai kedisiplinan.
Shayne menangkap adanya getaran energi yang unik saat masyarakat Indonesia menyambut bulan penuh berkah ini.
Antusiasme warga dalam merayakan kebersamaan menjadi pemandangan yang sangat berkesan bagi mantan pemain Buriram United tersebut.
Meski sudah lama mengenal tradisi ini, suasana di Indonesia memberikan perspektif baru yang jauh lebih berwarna.
Sebelum meniti karier di Indonesia, ia memang sudah akrab dengan budaya puasa melalui lingkaran pertemanannya.
Lingkungan yang heterogen membuatnya terbiasa melihat rekan sejawatnya tetap profesional menjalankan kewajiban ibadah.
Baca Juga: Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
"Banyak teman saya yang beragama Islam dan mereka tetap berlatih serta beraktivitas selama Ramadan," kata Shayne Pattynama.
Pengalaman Mencoba Puasa 12 Jam
Pengetahuan Shayne tentang bulan suci ini sebenarnya sudah terbentuk jauh sebelum ia menginjakkan kaki di Indonesia.
"Sebelum ke Indonesia, saya sudah terbiasa melihat dan memahami Ramadan," tambahnya.
Rasa ingin tahu yang besar mendorongnya untuk mencoba merasakan sendiri bagaimana rasanya berpuasa.
Ia ingin memahami secara langsung perjuangan mental dan fisik yang harus dilalui oleh para rekan setimnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Bangga Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia, Frans Putros Langsung Fokus Hadapi Bali United
-
Polemik Paspor Usai, Nathan Tjoe-A-On Dapat Lampu Hijau Kembali Bermain untuk Willem II
-
Beda dari yang Lain, 3 Penyerang Naturalisasi ini Justru Jarang Main di Liga Lokal
-
Sesumbar Jelang Semifinal! Pelatih Vietnam Yakin Mampu Atasi Timnas Futsal Indonesia
-
Jelang Bentrok, Pelatih Vietnam Sebut Timnas Futsal Indonesia sebagai yang Terkuat di Asia Tenggara
-
Makin Bersinar di Prancis, Kecepatan Calvin Verdonk Curi Perhatian di Lille
-
PSSI Kasih Bocoran Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Polemik Paspor Selesai, Tim Geypens Sudah Bisa Gabung FC Emmen Lagi
-
Jadwal Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Indonesia Dipastikan Jumpa Vietnam
-
Jelang Duel Klasik, Persija Jakarta Larang Bonek Hadir di Stadion GBK