-
PSIM Yogyakarta memperpanjang rekor gagal menang dalam lima pertandingan terakhir di Liga.
-
Pelatih Jean-Paul van Gastel fokus pada target realistis mengamankan posisi dari ancaman degradasi.
-
Manajemen PSIM hanya mendatangkan Jop van der Avert untuk memperkuat lini pertahanan tim.
Meskipun gagal menang, Van Gastel mencoba melihat sisi positif dari perjuangan anak asuhnya di setiap laga.
Eks pelatih NAC Breda tersebut menegaskan bahwa prioritas tim saat ini adalah menjaga stabilitas di papan klasemen.
Saat ini PSIM masih tertahan di posisi ketujuh dengan mengoleksi total 33 poin dari 22 laga.
Pelatih berusia 53 tahun itu mengakui bahwa ada kendala mendasar yang menyelimuti permainan timnya saat ini.
"Saya pikir tim saya sudah tampil cukup baik. Meskipun kami memiliki beberapa masalah struktural, tetapi itu tugas saya untuk memperbaikinya," sebut pelatih berusia 53 tahun itu.
Ia berkomitmen untuk terus mengevaluasi setiap detail kekurangan sebelum memasuki pekan-pekan krusial di sisa musim.
Kemenangan sangat dibutuhkan agar atmosfer dalam ruang ganti menjadi lebih positif bagi para penggawa klub.
Sektor anggaran belanja pemain juga menjadi variabel yang memengaruhi kekuatan skuad PSIM pada putaran kedua ini.
Van Gastel memahami bahwa rival-rival mereka di BRI Super League melakukan penguatan skuad secara signifikan dan masif.
Baca Juga: Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang
Kehadiran bek asal Belanda, Jop van der Avert, menjadi satu-satunya suntikan tenaga baru di barisan pertahanan.
Meskipun terbatas, manajemen berusaha memberikan dukungan terbaik demi menjaga daya saing tim di kasta tertinggi Indonesia.
Kekuatan tim-tim lawan yang semakin solid menjadi hambatan nyata bagi PSIM untuk segera memutus tren negatif.
"Sejauh ini, saya tidak akan mengatakan kami kesulitan tapi memang sulit bagi kami untuk menang," pungkasnya.
Franco Ramos dan rekan-rekan kini dituntut untuk segera menemukan formula kemenangan guna menjauh dari bayang-bayang papan bawah.
Ujian berikutnya akan menjadi pembuktian apakah masalah struktural yang disebut pelatih mampu diatasi dengan cepat.
Kini publik Yogyakarta menantikan kebangkitan tim kesayangannya agar tetap bisa bersaing di papan atas klasemen liga.
Dukungan penuh dari suporter diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain di setiap laga kandang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi