-
Pelatih Persija Mauricio Souza membela Allano Lima dari kritik tajam mengenai koleksi kartu kuning.
-
Meski sering dihukum kartu, Allano Lima berkontribusi besar dengan tujuh gelar pemain terbaik.
-
Souza meminta media fokus pada kemenangan Persija bukan pada catatan disiplin individu pemain.
Suara.com - Persija Jakarta baru saja memetik poin penuh dalam lawatan sulit ke markas Malut United FC.
Kemenangan dramatis dengan skor 3-2 tersebut diraih di Stadion Gelora Kie Raha pada Selasa malam.
Namun keberhasilan Macan Kemayoran ini justru diwarnai oleh sorotan tajam terhadap winger mereka, Allano Lima.
Pemain asal Brasil tersebut kembali mendapatkan kartu kuning dari wasit dalam pertandingan pekan ke-23 tersebut.
Hukuman kartu ini menjadi koleksi ke-11 bagi sang pemain sepanjang bergulirnya musim kompetisi 2025/2026.
Jumlah kartu kuning tersebut menempatkan Allano sebagai pemain dengan catatan disiplin paling banyak.
Publik sepak bola nasional mulai mempertanyakan gaya bermain sang pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap.
Idealnya seorang winger lebih banyak terlibat dalam skema serangan ketimbang melakukan pelanggaran yang berbuah kartu.
Kritik pedas pun mengalir deras dari berbagai pihak terkait emosionalitas sang pemain di lapangan hijau.
Baca Juga: 11 Kartu Kuning Didapat, Mauricio Souza Pasang Badan untuk Allano Lima
Meski begitu, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, justru memberikan pembelaan yang sangat keras.
Souza menilai publik terlalu menutup mata terhadap kontribusi besar yang diberikan oleh Allano Lima.
Pada laga melawan Malut United, Allano sejatinya tampil sangat impresif dengan mencatatkan dua assist penting.
Performa gemilang tersebut bahkan membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik atau man of the match.
Namun predikat pemain terbaik itu seolah tenggelam oleh berita negatif mengenai koleksi kartu kuningnya.
Mauricio Souza merasa ada ketidakadilan dalam cara media dan publik menilai kinerja anak asuhnya itu.
"Allano tidak bicara apa pun dengan wasit, dengan siapa pun. Ada beberapa pemain terlibat masalah, justru pemain yang mendapatkan kartu itu Allano," ujar Souza usai laga.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kartu kuning yang diterima Allano kali ini bukanlah hasil dari tindakan provokatif.
Souza menyayangkan mengapa narasi negatif lebih dominan muncul saat timnya baru saja meraih kemenangan krusial.
"Jadi, di satu momen, kita tidak menghargai kemenangan Persija. Jadi, selalu ada kritik dari wartawan untuk pemain kami," jelasnya.
Eks pelatih Madura United itu tampak sangat kecewa karena prestasi tim seolah tidak cukup memuaskan.
Jika menilik data statistik, peran Allano Lima bagi Persija Jakarta memang sangatlah vital dan dominan.
Sejauh musim ini berjalan, pemain berusia 30 tahun itu sudah mengemas enam gol untuk Macan Kemayoran.
Tidak hanya tajam, ia juga sangat dermawan dengan memberikan tujuh assist bagi rekan setimnya yang lain.
Total ia sudah meraih tujuh gelar man of the match, yang membuktikan pengaruhnya dalam setiap laga.
Meski demikian, ia memang memiliki catatan satu kartu merah dan sebelas kartu kuning yang mencolok.
Souza heran karena fakta positif seringkali dikesampingkan demi mencari kesalahan kecil dari pemain andalannya itu.
"Sepertinya yang sudah kami lakukan tidak bisa memuaskan wartawan. Memang beberapa klub yang sedang bersaing jadi juara, kami datang ke sini dengan laga susah, kami bisa dapat kemenangan," ucap Souza.
Menurutnya, memenangkan pertandingan di kandang lawan yang kuat seperti Malut United bukanlah perkara mudah.
Ia mengajak semua pihak untuk lebih mengapresiasi kerja keras pemain dalam menjaga posisi di papan atas.
Persija saat ini memang tengah bersaing ketat dalam jalur perebutan gelar juara liga musim ini.
"Mungkin ketujuh kalinya Allano jadi pemain terbaik. Tapi, kita cuma fokus ke kartu kuningnya dia, sedih sekali saya. Jadi, apakah Allano seperti itu, dia dapat kartu terus, atau kita mau kritik terus?" tuturnya.
Pelatih berkebangsaan Brasil ini menegaskan bahwa tim pelatih tidak tinggal diam mengenai masalah kedisiplinan.
Pihak manajemen dan staf kepelatihan sudah melakukan langkah-langkah persuasif secara internal kepada Allano Lima.
Tujuannya agar sang pemain bisa lebih mengontrol emosi tanpa mengurangi agresivitas permainannya yang efektif.
Sejauh ini Allano diklaim tetap menunjukkan komitmen dan profesionalisme yang sangat tinggi untuk tim.
"Kami sudah berbicara dengan dia, dan dia menjaga dirinya, emosinya. Tapi, dia adalah pemain bagus dan mau lakukan yang terbaik untuk tim," ungkap Souza.
Souza kembali menekankan bahwa dalam insiden terbaru, Allano sebenarnya tidak melakukan kesalahan fatal.
Wasit dianggap terlalu mudah memberikan kartu meskipun sang pemain tidak melakukan pelanggaran yang berlebihan.
Pelatih meminta agar narasi negatif ini segera dihentikan demi menjaga suasana kondusif di dalam skuad.
Fokus utama Persija saat ini adalah terus mengumpulkan poin demi poin di sisa musim kompetisi.
"Tapi, kali ini, dia tidak melakukan apa-apa dan diberikan kartu kuning. Fokus kami di laga adalah kemenangan, jangan fokus ke kartu Allano. Saya pikir The Jakmania selalu kasih dukunga yang positif untuk kami," pungkasnya.
Souza percaya bahwa pendukung setia Persija memiliki sudut pandang yang lebih objektif dan positif.
Ia berharap dukungan suporter tidak goyah oleh pemberitaan yang hanya menyudutkan satu individu pemain saja.
Kemenangan atas Malut United harusnya menjadi momentum perayaan atas kerja keras seluruh elemen tim Persija.
Macan Kemayoran kini bersiap menatap laga selanjutnya dengan motivasi tinggi untuk tetap berada di jalur juara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Link Live Streaming Bayern Munich vs Real Madrid: Laga Hidup Mati Sesungguhnya!
-
Bojan Hodak Beberkan Kondisi Persib Bandung Usai Kalahkan Bali United
-
FIFA Diminta Desak Trump Hentikan Razia Imigrasi Saat Piala Dunia 2026, Emang Berani?
-
Rahasia Dibongkar Diego Simeone: Ini Faktor X di Balik Comeback Atletico Singkirkan Barcelona
-
Drawing Piala Asia 2027 Digelar di Riyadh, Timnas Indonesia Terancam Hadapi Raksasa di Fase Grup
-
Tak Terima Barcelona Tersingkir dari Liga Champions, Joan Laporta Bakal Gugat UEFA
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Banjir Gol, Timnas Laos Kandaskan Perlawanan Filipina
-
Petaka Timnas Perancis, Striker Rp 1,7 Triliun Absen di Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
-
Kurniawan Beberkan Evaluasi Jelang Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia