-
Yoo Jae-hoon resmi menjabat pelatih kiper Persijap Jepara demi dekat dengan keluarganya.
-
Mantan asisten Shin Tae-yong ini memilih tantangan menyelamatkan tim dari zona degradasi liga.
-
Persijap kini mengandalkan pengalaman Jae-hoon untuk memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League.
Suara.com - Ada warna baru di jajaran staf pelatih Persijap Jepara. Sosok yang datang bukan nama sembarangan. Ia pernah menjadi bagian penting dari staf kepelatihan Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong atau STY.
Ya, mulai hari ini, Yoo Jae-hoon resmi bergabung sebagai pelatih kiper Persijap Jepara yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi BRI Super League.
"Iya benar saya menjadi pelatih kiper di Persijap. Mulai hari ini, saya mulai bertugas," jelas Jae-hoon saat dihubungi.
Keputusan pria 42 tahun itu menerima pinangan Laskar Kalinyamat bukan tanpa pertimbangan. Ia mengakui sempat mendapat tawaran dari klub lain di BRI Super League. Namun, faktor keluarga menjadi alasan utama dirinya memilih Persijap.
“Lima tahun di Timnas Indonesia, saya benar-benar sibuk dan sering meninggalkan keluarga.
Saya sudah berdiskusi dengan keluarga dan mereka mendukung saya untuk kembali ke lapangan,” ungkap Jae-hoon.
Meski Persijap saat ini berada dalam situasi sulit dan masih berkutat di papan bawah, Jae-hoon justru melihatnya sebagai tantangan besar dalam karier kepelatihannya.
"Seorang pelatih tidak bisa mencari tim yang kuat saja. Memang itu yang saya cari, tidak seru kalau saya mencari tempat yang nyaman saja," ujar Jae-hoon.
Ia menyadari statusnya sebagai mantan pelatih kiper Timnas Indonesia tentu menghadirkan ekspektasi tinggi. Namun, Jae-hoon memilih fokus bekerja dan menikmati proses bersama tim barunya.
Baca Juga: Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League
“Saya akan menikmati dengan tim saya saat ini (Persijap),” ucap pelatih yang memulai karier bermainnya di Indonesia bersama Persipura Jayapura tersebut.
Menangani Persijap menjadi pengalaman pertamanya melatih di level klub setelah lima tahun bersama Timnas Indonesia sejak 16 Februari 2020.
Ia bertekad menularkan pengalaman dan ilmunya kepada para penjaga gawang Persijap.
“Supaya Persijap tetap bisa bertahan di BRI Super League musim depan,” janji Jae-hoon.
Sebagai pemain, Yoo Jae-hoon bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Ia memperkuat Persipura Jayapura pada periode 2010-2015 dan sukses mempersembahkan dua gelar juara kompetisi kasta tertinggi musim 2010-2011 dan 2013.
Selain itu, ia juga pernah membela Bali United FC, Borneo FC Samarinda, Mitra Kukar, serta PS Barito Putera.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
Terkini
-
Pecah Rekor 38 Tahun! Timnas Indonesia Gilas Oman, John Herdman Soroti Peran Emil Audero
-
Persija Jakarta Kenalkan Pelatih Baru Senin, Shin Tae-yong Kandidat Kuat!
-
Lamine Yamal Raih Penghargaan Pemain Terbaik Liga Spanyol 2025/2026
-
Tottenham Resmi Rekrut Andy Robertson, De Zerbi Kegirangan
-
Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Menang Lagi saat Lawan Mozambik
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
-
Tepis Penalti, Emil Audero Ungkap Kunci Permainan Solid Lawan Oman
-
John Herdman Minta Timnas Indonesia Tak Jumawa usai Kalahkan Oman 3-0
-
Pelatih Oman Kena 'Prank' Timnas Indonesia, Peringkat Tidak Sesuai Kualitas
-
Penantian Panjang, Timnas Indonesia Butuh Waktu 38 Tahun untuk Kembali Kalahkan Oman