Bola / Liga Italia
Senin, 02 Maret 2026 | 13:35 WIB
Pelatih Atalanta BC, Raffaele Palladino, menolak keras menjadikan jadwal padat Liga Champions sebagai alasan kekalahan timnya dari Sassuolo.[Dok. IG Atalanta]
Baca 10 detik
  • Atalanta kalah 1-2 dari Sassuolo di Mapei Stadium pada Sabtu (1/3/2026), meskipun lawan bermain sepuluh orang.
  • Pelatih Raffaele Palladino menolak menjadikan jadwal Liga Champions sebagai pembenaran atas performa timnya yang kurang efektif.
  • Palladino menyoroti masalah utama tim yaitu aliran bola lambat serta kurangnya penetrasi efektif di area sayap pertahanan lawan.

Suara.com - Pelatih Atalanta BC, Raffaele Palladino, menolak keras menjadikan jadwal padat Liga Champions sebagai alasan kekalahan timnya dari Sassuolo.

Bermain di Mapei Stadium, Sabtu (1/3/2026), Atalanta justru tumbang 1-2 dari Sassuolo yang harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-16.

La Dea memang baru saja menjalani laga emosional di Liga Champions, termasuk comeback luar biasa saat menyingkirkan Borussia Dortmund dengan agregat meyakinkan.

Namun Palladino menilai timnya tidak boleh mencari pembenaran.

“Saya tidak merasa kami kurang tajam. Kami memulai dengan pendekatan yang tepat, jadi menggunakan Liga Champions sebagai alibi itu tidak benar,” tegasnya kepada DAZN Italia.

Menurutnya, Atalanta mengontrol pertandingan dan menunjukkan sikap yang benar. Namun situasi berubah aneh setelah Sassuolo kehilangan satu pemain.

Sassuolo harus bermain dengan 10 orang setelah Andrea Pinamonti diganjar kartu merah akibat tekel keras. Meski unggul jumlah pemain, Atalanta justru kesulitan membongkar pertahanan rapat tuan rumah.

Gol Ismael Koné dan Kristian Thorstvedt, keduanya memanfaatkan assist Armand Laurienté, membawa Sassuolo unggul. Gol balasan Yunus Musah di menit ke-88 datang terlambat untuk mengubah keadaan.

“Kami terlalu lambat mengalirkan bola, kurang memaksimalkan sisi sayap, dan tidak cukup menyerang ruang kosong. Penyesalan terbesar adalah kebobolan gol kedua, itu membuat segalanya semakin rumit,” jelas Palladino.

Baca Juga: Jay Idzes Bermain Penuh, Sassuolo Bungkam Satu-satunya Wakil Italia di Liga Champions

Di babak kedua, Palladino melakukan tiga pergantian sekaligus. Namun ia tidak menambah striker murni setelah menarik keluar Gianluca Scamacca dan memasukkan Nikola Krstovic.

“Sassuolo bertahan dengan 4-4-1. Menambah striker hanya akan menguntungkan mereka. Kami seharusnya lebih efektif menyerang dari sisi sayap,” ujarnya.

Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Atalanta di Serie A sepanjang 2026 dan berpotensi mengganggu ambisi mereka kembali ke empat besar.

Meski kecewa, Palladino meminta timnya segera bangkit.

“Hal seperti ini bisa terjadi. Kami harus melupakannya dan langsung fokus ke Coppa Italia,” tegasnya.

Kontributor: Adam Ali

Load More