- Maarten Paes mencatatkan clean sheet perdana bersama Ajax Amsterdam saat bermain imbang 0-0 melawan PEC Zwolle, meski sempat nyaris melakukan blunder fatal di menit ke-65.
- Mantan pemain Ajax, Kenneth Perez, mengkritik keras kemampuan distribusi bola Paes dan menyebutnya sebagai "pembuat masalah" karena umpan yang lemah dan berisiko.
- Pandit ESPN Marciano Vink menilai Paes masih perlu beradaptasi dengan gaya build-up Ajax karena sebelumnya tidak terbiasa memainkan peran tersebut di klub lama.
Suara.com - Kiper andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi pusat perhatian di kompetisi Eredivisie Belanda setelah mencatatkan penampilan impresif di bawah mistar gawang.
Meskipun sukses menorehkan clean sheet perdana bersama Ajax Amsterdam, performa Maarten Paes justru memancing kritik pedas dari seorang mantan pesepak bola klub tersebut.
Legenda Ajax era 2000-an, Kenneth Perez, menyoroti aspek distribusi bola Paes yang dinilai masih sangat berisiko dan bisa membahayakan pertahanan tim.
Maarten Paes baru saja tampil penuh selama 90 menit saat Ajax Amsterdam ditahan imbang tanpa gol oleh PEC Zwolle pada Minggu (1/3) lalu.
Dalam laga tersebut, penjaga gawang berusia 27 tahun itu sebenarnya melakukan beberapa penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap perawan.
Namun, sorotan tajam tertuju pada insiden menit ke-65 ketika Paes nyaris melakukan blunder fatal akibat sapuan bola yang tidak sempurna.
Bola hasil halauannya justru mengenai kaki pemain lawan, Younes Namli, dan memantul ke arah Koen Kostons yang berada di posisi berbahaya.
Beruntung bagi Ajax, Paes mampu bereaksi cepat untuk memperbaiki kesalahannya dan menggagalkan peluang emas yang didapat lawan tersebut.
Kendati selamat dari kebobolan, aksi tersebut tidak luput dari pengamatan kritis Kenneth Perez yang kini aktif sebagai komentator sepak bola.
Baca Juga: Nyaris Blunder, Maarten Paes Sukses Tebus Kesalahan dan Catat Nirbobol Perdana di Ajax
“Mereka punya pembuat masalah terbesar di gawang, Paes, dia memainkan umpan paling gila dan sangat lemah,” ucap Perez dikutip dari laman Voetbal Primeur.
Perez menekankan bahwa standar bagi seorang penjaga gawang di Ajax Amsterdam bukan hanya soal menepis bola, melainkan juga akurasi umpan.
“Anda mesti melakukan umpan yang tepat, itu selalu terjadi di Ajax,” lanjut Perez mengingatkan akan filosofi permainan klub raksasa Belanda itu.
Kritik senada juga dilontarkan oleh pandit ESPN Belanda, Marciano Vink, yang menilai sang kiper masih butuh waktu adaptasi.
Menurut Vink, Paes belum terbiasa dengan tuntutan gaya main build-up dari belakang yang menjadi ciri khas permainan Ajax Amsterdam.
“Dia adalah penjaga gawang yang tidak perlu membangun permainan sebelum bergabung dengan Ajax,” ujar Vink memberikan analisisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cceres Bongkar Provokasi Kylian Mbappe: Mau Cium Saya? Kalau Mau Ayo
-
Tak Dapat Tempat di Ipswich Town, Elkan Baggott Kini Dilirik Klub Liga Inggris Lain
-
Persib Bakal Bikin Timnas Indonesia Semakin Kuat di Piala AFF 2026, Ini Alasannya
-
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Bikin Lionel Messi Ketar-ketir
-
Jelang Norwegia vs Brasil, Stale Solbakken: Kami Siapkan Skema Adu Penalti
-
Ole Romeny Susul Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Gabung Persib Bandung? Ini Kodenya
-
Cahya Supriadi Pasang Target Balas Dendam ke Vietnam, Timnas Indonesia Siap Buru Gelar Piala AFF
-
Optimisme PSSI Membumbung! Sumardji Ungkap Alasan Timnas Indonesia Diyakini Bisa Juara Piala AFF
-
Witan Sulaeman Bertahan di Persija hingga 2029, Punya Misi yang Belum Tuntas Bersama Macan Kemayoran
-
3 Fakta Menarik Jelang Brasil vs Norwegia, Taktik Mematikan Aliran Bola Erling Haaland