Bola / Liga Spanyol
Rabu, 04 Maret 2026 | 13:43 WIB
Itziar Gonzalez eks ahli gizi Real Madrid [Instagram]
Baca 10 detik
  • Cedera Rodrygo saat laga Real Madrid vs Getafe memicu kritik terhadap staf medis klub yang dinilai lalai.
  • Mantan staf gizi, Itziar Gonzalez, menggugat Real Madrid setelah mengalami lingkungan kerja yang bermusuhan.
  • Gonzalez mengklaim tim medis menyabotase program nutrisinya meskipun mendapat dukungan langsung dari Presiden Perez.

“Dalam minggu pertama, saya dituduh mencuri. Saya berhasil membuktikan tidak bersalah, tetapi sejak hari itu saya hanya berkomunikasi lewat tulisan karena takut,” tegasnya.

Ditegaskan oleh Itziar, presiden Real Madrid Florentino Perez mendukung dan percaya dengan visi kerjanya sebagai ahli nutrisi.

“Presiden datang langsung dan menjelaskan bahwa saya harus menerapkan metode saya, bertanggung jawab atas nutrisi, menu perjalanan, dan suplemen seluruh tim,” ucapnya.

Namun ia mengklaim rencana tersebut terus disabotase.

“Mereka menaruh makanan di prasmanan yang tidak saya rekomendasikan. Pelayan mengatakan kepada pemain agar tidak mendengarkan saya. Koki menyiapkan apa pun yang ia mau, bahkan makanan penutup sebelum pertandingan,” katanya.

Ia juga menuduh dokter meminta pemain tidak mengikuti instruksinya. “Mereka menertawakan saya di grup WhatsApp dan menyuruh pemain melakukan hal berbeda dari yang saya katakan,” tambahnya.

Konflik mencapai titik puncak usai pertandingan kontra Girona pada Februari 2025.

“Saya melihat Presiden Pérez mendekati saya dengan sangat marah karena kebohongan yang diceritakan tentang saya. Bagi saya, itu akhir segalanya,” tuturnya.

Ia kemudian dilarang berhubungan dengan pemain dan tak diizinkan memasuki pusat latihan Valdebebas.

Baca Juga: Konflik Iran dan AS-Israel Ganggu Persiapan Momok Timnas Indonesia ke Playoff Piala Dunia 2026

“Mereka bilang demi keamanan saya dan akan membuka investigasi internal. Saya dipaksa bekerja dari rumah, sementara instruksi saya tidak dijalankan,” katanya.

Itziar kemudian dipecat dan membuat kasus yang ia alami di meja hijau.

“Mereka menyarankan saya tidak melakukannya, mengatakan saya tidak punya peluang dan hidup saya akan hancur. Saya tidak peduli menang atau kalah, saya hanya ingin kebenaran terungkap,” tegasnya.

“Semua orang bilang mereka punya kekuatan besar dan bisa menghancurkan reputasi saya. Tapi saya ingin menutup bab ini, dan saya merasa tidak bisa tanpa menceritakan kisah saya,” pungkasnya.

Kontributor: Azka Putra

Load More