Bola / Bola Indonesia
Kamis, 05 Maret 2026 | 10:02 WIB
Timnas Indonesia (PSSI)
Baca 10 detik
  • Indonesia resmi menjadi tuan rumah FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

  • Pelatih John Herdman akan menjalani debut perdananya bersama Timnas Indonesia di ajang tersebut.

  • Sumardji memastikan tidak ada pemain baru yang masuk dalam daftar Garuda Calling mendatang.

Suara.com - Kalender sepak bola internasional bulan Maret 2026 segera menyuguhkan aksi heroik Timnas Indonesia di tanah air.

Momen ini menjadi sangat krusial karena merupakan panggung perdana bagi arsitek anyar asal Kanada, John Herdman.

Meskipun waktu penyelenggaraan semakin dekat, publik pecinta bola masih menantikan pengumuman resmi daftar nama pemain pilihan.

PSSI akhirnya memberikan titik terang mengenai kapan proses pemanggilan pemain atau yang populer disebut Garuda Calling dilakukan.

Turnamen persahabatan bertajuk FIFA Series 2026 ini akan menjadi ujian pertama bagi strategi yang diusung oleh sang pelatih.

Federasi sepak bola dunia secara resmi menunjuk Jakarta sebagai salah satu pusat penyelenggaraan ajang bergengsi ini.

Stadion Utama Gelora Bung Karno telah ditetapkan sebagai arena utama pertempuran antarnegara dari berbagai benua tersebut.

Laga-laga sengit dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 27 dan 30 Maret 2026 di stadion kebanggaan masyarakat Indonesia.

Kepercayaan yang diberikan FIFA ini menegaskan bahwa fasilitas olahraga di Indonesia telah memenuhi standar kualitas internasional yang ketat.

Baca Juga: 3 Penyebab Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Resmi Dicoret John Herdman, Ada yang Diskors!

Ajang ini bukan sekadar laga uji coba biasa, melainkan kesempatan emas bagi skuad Garuda mendulang poin peringkat dunia.

Selain tuan rumah Indonesia, terdapat tiga negara undangan yang berasal dari konfederasi sepak bola yang berbeda-beda.

Eropa diwakili oleh tim kuat Bulgaria, sementara kawasan Oseania mengirimkan tim nasional dari Kepulauan Solomon.

Melengkapi daftar peserta, terdapat negara St. Kitts and Nevis yang datang jauh dari zona Amerika Tengah (CONCACAF).

Sistem kompetisi yang diterapkan menggunakan bagan semifinal untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke partai puncak.

Setiap kontestan dipastikan akan melakoni dua pertandingan selama periode turnamen internasional di bulan Maret hingga April ini.

Timnas Indonesia dijadwalkan akan mengawali langkah mereka dengan meladeni kekuatan fisik dari pemain St. Kitts and Nevis.

Pertandingan pembuka ini akan dilaksanakan pada Jumat malam, tepatnya pukul 20.00 WIB di hadapan pendukung sendiri.

Beberapa jam sebelumnya, duel antara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon akan tersaji di lapangan yang sama pada sore hari.

Pemenang dari masing-masing laga akan memperebutkan trofi juara, sedangkan tim yang kalah akan bertarung demi posisi ketiga.

Seluruh pertandingan penentuan tersebut akan digelar serentak pada Senin, 30 Maret 2026 mendatang di kawasan Senayan.

Kehadiran John Herdman di pinggir lapangan menjadi daya tarik utama bagi para penggemar fanatik sepak bola di tanah air.

Pelatih ini telah diperkenalkan secara resmi oleh PSSI sejak pertengahan Januari 2026 untuk mengomandani skuad Merah Putih.

Pertandingan di FIFA Series ini akan menjadi debut profesional pertamanya dalam memimpin pasukan Garuda di kompetisi resmi.

Secara peringkat, Indonesia berada di posisi 122 dunia, masih di bawah Bulgaria yang bercokol di urutan ke-88 global.

Namun, posisi Indonesia masih lebih unggul dibandingkan Kepulauan Solomon dan St. Kitts and Nevis yang berada di luar 150 besar.

Turnamen ini merupakan gagasan inovatif dari FIFA yang dilaksanakan secara periodik setiap dua tahun sekali di kalender internasional.

Awalnya ajang ini dikenal luas dengan nama FIFA World Series saat pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2024.

Pada edisi tahun 2026 ini, partisipasi negara meningkat pesat dengan melibatkan total 48 tim nasional dari seluruh dunia.

Seluruh peserta tersebut dikelompokkan ke dalam 12 grup berbeda yang tersebar di berbagai negara penyelenggara terpilih.

Keikutsertaan banyak negara bertujuan untuk memperluas interaksi kompetitif antara tim yang jarang bertemu dalam jadwal resmi.

Sayangnya, kekuatan Timnas Indonesia dipastikan tidak akan tampil dengan komposisi pemain terbaiknya pada ajang kali ini.

Tercatat ada enam pilar utama yang terpaksa tidak bisa memperkuat tim karena berbagai alasan teknis maupun medis.

Duo pemain bertahan, Shayne Pattynama serta gelandang Thom Haye, harus absen dari lapangan hijau karena terkena sanksi.

Situasi semakin sulit dengan kabar cedera yang membekap Asnawi Mangkualam, Mees Hilgers, Pratama Arhan, hingga Marselino Ferdinan.

Ketiadaan para pemain kunci ini menuntut John Herdman untuk memutar otak dalam menyusun formasi yang tetap solid.

Di tengah rasa penasaran publik, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, akhirnya memberikan keterangan singkat terkait skuad.

Sumardji menyampaikan bahwa daftar pemain yang dipanggil akan segera dipublikasikan secara transparan dalam waktu yang sangat dekat.

Meski banyak yang berharap akan ada amunisi baru, Sumardji memberikan sinyal bahwa kejutan tersebut kemungkinan besar tidak ada.

Ia menegaskan bahwa tim pelatih masih akan mengandalkan komposisi pemain yang sudah ada di dalam sistem skuad sebelumnya.

Pernyataan dari pihak BTN tersebut menyiratkan bahwa belum ada nama pemain baru yang akan masuk dalam pemanggilan kali ini.

Fokus utama tim saat ini adalah mematangkan koordinasi antar pemain lama di bawah filosofi kepelatihan yang dibawa oleh Herdman.

Walau tanpa pemain baru, kualitas individu pemain Indonesia diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit bagi lawan-lawannya nanti.

Pengalaman bertanding melawan tim dari konfederasi luar Asia menjadi modal berharga bagi perkembangan mentalitas bertanding para pemain.

Kemenangan di kandang sendiri tentu menjadi target harga mati demi meningkatkan kepercayaan diri tim menatap kompetisi masa depan.

Load More