-
PSIM Yogyakarta menahan imbang Semen Padang dengan skor 0-0 meski bermain sepuluh orang.
-
Pelatih Jean-Paul van Gastel memuji semangat juang tinggi pemainnya sepanjang pertandingan berlangsung.
-
Satu poin tambahan membuat PSIM mengoleksi 38 poin dan berada di posisi delapan.
Suara.com - Pertarungan sengit tersaji di Stadion H. Agus Salim saat PSIM Yogyakarta bertamu ke markas Semen Padang.
Laskar Mataram berhasil menunjukkan pertahanan yang sangat solid sepanjang waktu normal pertandingan pekan ke-24 tersebut.
Hasil kacamata alias 0-0 menjadi skor akhir yang menghiasi papan skor pada laga Rabu malam itu.
Bagi tim tamu, satu angka ini memiliki nilai yang sangat mahal melihat jalannya laga yang berat.
Sang juru taktik, Jean-Paul van Gastel, memberikan apresiasi setinggi langit kepada anak asuhnya selepas pertandingan berakhir.
Pelatih asal Belanda tersebut merasa bangga dengan daya tahan mental yang diperlihatkan oleh seluruh penggawa tim.
Ujian berat bagi PSIM Yogyakarta sebenarnya sudah dimulai sejak babak pertama masih berlangsung di lapangan hijau.
Tepat pada menit ke-38, tim tamu harus menerima kenyataan pahit dengan berkurangnya jumlah pemain mereka.
Fahreza Sudin terpaksa mandi lebih cepat setelah wasit memberikan kartu merah akibat pelanggaran terhadap Samuel Christianson Simanjuntak.
Baca Juga: Cedera Parah 6 Bulan, Donny Warmerdam Kembali Bela PSIM Yogyakarta
“Dan saya mengagumi tim saya atas semangat juang yang kita tunjukkan. Jadi kita tidak hanya bisa bermain cukup baik, tetapi kita juga punya semangat juang,” kata Van Gastel.
Bermain dengan sepuluh orang di kandang lawan yang sangat angker tentu bukan perkara yang mudah dilakukan.
Namun, koordinasi pertahanan yang disiplin membuat gempuran dari tim tuan rumah selalu menemui jalan buntu.
Van Gastel menganggap keberhasilan mempertahankan skor imbang ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa.
Baginya, kerja keras pemain dalam situasi sulit ini memberikan kepuasan tersendiri bagi jajaran tim pelatih.
“Kita sudah menunjukkannya di pertandingan melawan Bali dan Biak dan semua pertandingan di mana kita tertinggal satu, dua, atau bahkan tiga gol. Jadi, saya rasa bagi kami ini terasa sedikit seperti, sebuah kemenangan,” kata pelatih asal Belanda tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Razia Imigrasi, Gedung Putih Beri Jaminan Mengejutkan
-
Lawan Tim Filipina Rasa Afrika, Dewa United Andalkan Pengalaman Jan Olde Riekerink
-
Harry Maguire Divonis 15 Bulan Penjara di 3 Kasus Kriminal, Dari Penyerangan hingga Suap
-
Paul Scholes Semprot Carrick Usai MU Tumbang dari Newcastle: 4 Laga Main Buruk!
-
Dewa United Tantang Manila Digger, Ricky Kambuaya Optimis Taklukan Lapangan Sintetis
-
Marc Klok Soroti Dua Masalah Persib Usai Imbang di GBT, Siap Bangkit Lawan Persik
-
Timnas Iran Habis Jatuh Tertimpa Tangga, Opsi Mundur di Piala Dunia 2026 Bikin Rugi Berlapis
-
Rivaldo Pakpahan Bungkam JIS, Tahan Persija 2-2 lalu Kirim Pesan Menyentuh untuk The Jakmania
-
Michael Carrick Beri Kode Keras Manchester United Segera Berburu Winger Kiri Baru
-
Joe Hart Ungkap Makna Tato Hitam Pekat yang Jadi Baju Zirahnya