- Harga tiket playoff Piala Dunia 2026 anjlok drastis di Meksiko akibat konflik bersenjata kartel narkoba.
- FIFA mengumumkan penurunan harga tiket pada Selasa (4/3/2026) untuk pertandingan di Guadalajara dan Monterrey.
- Meskipun ada ketegangan, otoritas Meksiko menjamin keamanan penyelenggaraan turnamen dengan pengerahan personel tambahan.
Suara.com - Harga tiket pertandingan playoff antar-konfederasi menuju Piala Dunia 2026 anjlok drastis.
Beberapa tiket bahkan dijual hanya 200 peso atau sekitar 11,33 dolar AS (setara Rp190 ribu) setelah meningkatnya konflik bersenjata melawan kartel narkoba di negara bagian Jalisco.
Penurunan harga ini diumumkan oleh FIFA pada Selasa (4/3/2026) seperti dilansir dari Dailymail.
Pertandingan playoff tersebut akan digelar pada 26–31 Maret di kota Guadalajara dan Monterrey.
Enam tim akan bersaing memperebutkan tiket terakhir ke Piala Dunia.
Mereka adalah Tim Nasional Irak, Tim Nasional Republik Demokratik Kongo, Tim Nasional Bolivia, Tim Nasional Kaledonia Baru, Tim Nasional Jamaika, dan Tim Nasional Suriname.
Ketegangan keamanan meningkat setelah kematian bos kartel paling dicari di Meksiko, Nemesio Oseguera atau dikenal sebagai El Mencho.
Peristiwa itu memicu kerusuhan di wilayah sekitar Guadalajara, salah satu kota tuan rumah turnamen.
Meski begitu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan situasi tetap aman bagi penggemar sepak bola. Ia memastikan pemerintah akan menjamin keamanan menjelang Piala Dunia.
Baca Juga: Bocoran Media Inggris, Ini Tim yang Akan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Pejabat lokal juga menegaskan kesiapan mereka menggelar pertandingan. Ketua panitia penyelenggara Guadalajara, Juan Jose Frangie, mengatakan keamanan telah diperkuat secara signifikan.
“Kami tidak pernah menyangka dalam 72 jam kawasan metropolitan bisa kembali tenang,” kata Frangie kepada media lokal.
Ia menambahkan bahwa ribuan personel tambahan telah dikerahkan untuk menjaga stabilitas wilayah.
“Kami ingin memberi tahu para penggemar yang datang ke Piala Dunia bahwa ini adalah negara bagian yang aman,” ujarnya.
Menurut Frangie, pemerintah pusat juga telah mengirim sekitar 2.500 personel tambahan dari Garda Nasional dan Kementerian Pertahanan.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan semua pertandingan berlangsung tanpa gangguan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Jatuh Tertimpa Tangga! Kalah dari Getafe, 3 Pemain Real Madrid Dijatuhi Sanksi Berat
-
Pelatih Brighton Tuding Arsenal Lakukan Cara Haram untuk Raih Kemenangan
-
Gennaro Gattuso Dianggap Juru Selamat untuk Italia Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Here We Go! Mees Hilgers Sudah Bisa Lari Lagi, Siap Bela Timnas Indonesia?
-
Cerita Istri Paulo Dybala Kontraksi di Tengah Laga Roma vs Juventus, Anak Pertama Lahir di Klinik
-
Masih Impresif di Usia 40 Tahun, Luka Modric Bikin Kaka Terkagum-kagum
-
Terjebak di UEA, Rekan Thom Haye Teriak Minta Tolong: Kami Punya Bayi, Keluarkan Kami dari Sini
-
Dewa United Tertinggal dari Manila Digger, Rafael Struick Duduk Manis di Bangku Cadangan
-
Pierluigi Collina Samakan VAR dengan Pernikahan: Awalnya Cinta Mati Lalu Ribut Kecil
-
Teka Teki Pelatih Real Madrid Musim Depan Ada Titik Terang, Eks Chelsea Jadi Kandidat Terkuat