-
Dewa United kalah 0-1 dari Manila Digger pada leg pertama perempat final AFC.
-
Pelatih Jan Olde Riekerink mengkritik kurangnya kecerdasan pemain mengantisipasi strategi bola panjang lawan.
-
Laga penentuan akan digelar di Indomilk Arena Tangerang pada 12 Maret 2026 mendatang.
Perubahan permainan mulai terlihat saat pertandingan memasuki paruh kedua dengan tekanan yang lebih intensif.
Banten Warriors mulai mendominasi aliran bola dan mencoba membongkar pertahanan rapat yang dibangun klub Filipina.
Sejumlah peluang emas didapatkan oleh penyerang andalan mereka, Alex Martins, di depan mulut gawang lawan.
Noah Sadaoui juga berkali-kali memberikan ancaman nyata melalui pergerakan lincah di sisi sayap lapangan hijau.
Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat papan skor tidak mengalami perubahan bagi tim tamu.
Faktor utama kegagalan Dewa United mencetak gol adalah performa luar biasa dari penjaga gawang Omar Njie.
Kiper Manila Digger tersebut melakukan serangkaian penyelamatan gemilang yang membuat frustrasi barisan depan klub Indonesia.
"Jika kami sedikit lebih beruntung, kami bisa menciptakan peluang-peluang," ujar Jan Olde.
Meskipun mendominasi jalannya laga di babak kedua, Dewi Fortuna tampaknya belum berpihak pada skuat Banten.
Baca Juga: Dewa United Tertinggal dari Manila Digger, Rafael Struick Duduk Manis di Bangku Cadangan
Kekalahan satu gol tanpa balas ini menjadi rapor yang harus dievaluasi total oleh manajemen dan pelatih.
Walaupun menderita kekalahan di leg pertama, asa untuk melaju ke babak selanjutnya masih sangat terbuka lebar.
Dewa United hanya memerlukan kemenangan dengan selisih dua gol pada pertemuan menentukan pekan depan nanti.
Pertandingan hidup mati tersebut dijadwalkan berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, pada Kamis 12 Maret 2026.
Dukungan penuh dari suporter fanatik diharapkan mampu membakar semangat juang para pemain di lapangan sendiri.
Keuntungan bermain di kandang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membalikkan agregat skor yang tertinggal saat ini.
Pelatih kawakan tersebut tetap menjaga api optimisme di dalam ruang ganti pemain menjelang laga krusial nanti.
Ia percaya bahwa kualitas individu dan kolektif timnya jauh lebih baik daripada apa yang ditampilkan.
"Saya memiliki kepercayaan diri penuh bahwa kami akan menyelesaikannya di Jakarta (Tangerang)," pungkas pelatih asal Belanda tersebut.
Persiapan matang akan dilakukan dalam sisa waktu sepekan untuk mempertajam lini serang dan memperkokoh pertahanan.
Seluruh elemen tim kini fokus menatap laga kandang demi menjaga harga diri sepak bola Indonesia di Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Lamine Yamal Raih Penghargaan Pemain Terbaik Liga Spanyol 2025/2026
-
Tottenham Resmi Rekrut Andy Robertson, De Zerbi Kegirangan
-
Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Menang Lagi saat Lawan Mozambik
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
-
Tepis Penalti, Emil Audero Ungkap Kunci Permainan Solid Lawan Oman
-
John Herdman Minta Timnas Indonesia Tak Jumawa usai Kalahkan Oman 3-0
-
Pelatih Oman Kena 'Prank' Timnas Indonesia, Peringkat Tidak Sesuai Kualitas
-
Penantian Panjang, Timnas Indonesia Butuh Waktu 38 Tahun untuk Kembali Kalahkan Oman
-
Hasil Timnas Indonesia vs Oman: Garuda Menang Telak!
-
Sesi Potret Erling Haaland Jelang Piala Dunia 2026 Panen Kritik Dianggap Fasis dan Neo Nazi