Bola / BolaTaiment
Sabtu, 07 Maret 2026 | 18:30 WIB
Kolase foto selebrasi Lionel Messi (kiri) dan Diego Maradona mengangkat trofi Piala Dunia. [Anne-Christine POUJOULAT / AFP]
Baca 10 detik
  • Lionel Messi menuai kritik sosial media karena bertemu Presiden AS Donald Trump di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.
  • Publik membandingkan sikap Messi dengan Diego Maradona, yang pernah menolak penghargaan AS dan bertemu diktator Argentina.
  • Maradona bertemu Jenderal Videla (diktator Argentina) pada 1979, yang kemudian diklaim dilakukan di bawah paksaan rezim militer.

Namun sejumlah pihak menyebut bahwa pertemuan Maradona dengan pemain Argentina lainnya dengan Videla karena adanya paksaan dan ancaman dari rezim militer.

"Rezim militer memanfaatkan keberhasilan tersebut untuk kepentingan propaganda negara.

Para pemain bahkan dipaksa menghadiri acara perayaan bersama Presiden militer Videla," tulis laporan memorie.al

Maradona sendiri pada 2017 sempat buka suara perihal pertemuannya dengan Videla. Ia menyebut memang ada paksaan dari rezim untuk pertemuan itu.

“Meskipun kami juara dunia 1979, bajingan Videla menggunakan kami sebagai contoh,” tulis Maradona dalam unggahan Instagram pada 2017. “Dia memaksa kami memotong rambut dan menjalani wajib militer.”

Beberapa pemain juga harus kembali menjalani dinas militer setelah pulang dari Jepang. Banyak dari mereka baru menyadari kemudian bahwa prestasi mereka dimanfaatkan oleh pemerintah.

“Kami baru sadar belakangan bahwa kami digunakan,” kata pemain Argentina saat itu, Osvaldo Escudero.

Kontributor: Azka Putra

Baca Juga: Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah

Load More