- CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, kecewa atas putusan CAS yang mempertahankan sanksi 12 bulan bagi tujuh pemain naturalisasi karena dokumen palsu.
- CAS menguatkan putusan FIFA; tujuh pemain dilarang bertanding 12 bulan, sementara FAM didenda 350.000 franc Swiss.
- Friend menilai hukuman larangan bertanding terlalu berat dibandingkan kasus serupa, namun menekankan fokus pada dukungan pemain ke depan.
Suara.com - Chief Executive Officer (CEO) Timnas Malaysia, Rob Friend, menyatakan kekecewaannya atas putusan Court of Arbitration for Sport (CAS) yang tetap mempertahankan sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi yang dinilai menggunakan dokumen palsu dalam proses kelayakan mereka.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Friend menilai hukuman yang dijatuhkan masih terlalu berat meskipun lembaga arbitrase olahraga tersebut telah memberikan sedikit keringanan dibandingkan tuntutan awal.
“Kami kecewa dengan keputusan keseluruhan dari CAS, meskipun ada pengurangan terhadap sanksi yang dijatuhkan,” kata Friend, dikutip dari NST.
“Berdasarkan argumen yang kami sampaikan, kami yakin ada dasar kuat untuk hasil yang berbeda, dan para pemain telah bersikap profesional serta menunjukkan integritas sepanjang proses ini,” lanjutnya.
Friend juga menilai larangan bertanding yang dijatuhkan kepada tujuh pemain tersebut tidak sebanding jika dibandingkan dengan kasus serupa sebelumnya, yang menurutnya tidak selalu berujung pada hukuman skors penuh.
Pemain yang dimaksud adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Hector Hevel, Gabriel Palmero, dan Facundo Garces.
“Tanggung jawab kami sekarang adalah tetap berdiri di belakang para pemain, fokus pada pertandingan mendatang melawan Vietnam, dan memastikan sepak bola Malaysia bisa bangkit lebih kuat serta lebih bersatu dari pengalaman ini,” ujarnya.
Sebelumnya, CAS menguatkan keputusan yang dijatuhkan oleh FIFA terhadap Football Association of Malaysia (FAM) dan tujuh pemain yang disebut sebagai pemain “heritage” tersebut.
Dalam putusan itu, para pemain diwajibkan menjalani larangan tampil selama 12 bulan dalam pertandingan resmi. Meski demikian, mereka masih diperbolehkan menjalani latihan bersama klub masing-masing.
Baca Juga: Respons Vietnam Usai Banding Malaysia Soal Skandal Naturalisasi Ditolak CAS
Selain itu, FAM juga dijatuhi denda sebesar 350.000 franc Swiss.
Kontroversi ini bermula pada 2025 ketika FAM merekrut sejumlah pemain berdarah keturunan untuk memperkuat tim nasional Malaysia. Namun proses kelayakan mereka kemudian dipertanyakan setelah ditemukan adanya dokumen yang dipalsukan dalam proses naturalisasi.
CAS dalam keputusannya menyatakan bahwa hukuman larangan bertanding selama 12 bulan merupakan sanksi yang wajar dan proporsional berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan.
Berita Terkait
-
Respons Vietnam Usai Banding Malaysia Soal Skandal Naturalisasi Ditolak CAS
-
CAS Ringankan Sanksi 7 Pemain Kasus Naturalisasi Timnas Malaysia
-
Tok! CAS Tolak Banding FAM, Begini Nasib 7 Pemain Naturalisasi Abal-abal Malaysia
-
Eks Tottenham Hotspur Sudah Tak Sabar Bela Timnas Malaysia
-
Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Rasisme Gerogoti Sepak Bola Indonesia, PSSI: Prestasi Tanpa Pembinaan Karakter Tak Cukup
-
Timnas Indonesia Harus Waspada, Chanathip Bertekad Bawa Thailand Juara Piala AFF 2026
-
Kontroversi Gol EPA U-20 Berujung Ricuh, Komite Wasit PSSI Tegaskan Keputusan Sah
-
Psywar Arkhan Fikri, Tegaskan Arema FC Datang ke Bandung untuk Bungkam Persib
-
Georgios Donis Resmi Jadi Pelatih Timnas Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026
-
Pelatih Arema FC Siapkan Cara Redam Persib di GBLA
-
Marcos Santos Waspadai Rekor Sempurna Persib di GBLA, Arema FC Tetap Bidik Kemenangan
-
Italia Tolak Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Dinilai Tidak Pantas
-
Komite Wasit Pastikan Dua Gol Dewa United ke Gawang Persib Sah
-
Dirtek FC Emmen Sebut Hidup Tim Geypens Hancur Gara-gara Skandal Paspor