- CAS mengumumkan di Lausanne (5/3/2026) bahwa tujuh pemain tetap kena larangan bermain 12 bulan hanya untuk pertandingan resmi.
- Banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ditolak; FAM wajib bayar denda 350.000 franc Swiss terkait kasus pemalsuan dokumen naturalisasi.
- Hukuman muncul setelah FIFA menemukan pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain asing pada September 2025.
Suara.com - Pengadilan Arbitrase Olahraga, Court of Arbitration for Sport (CAS) mengeluarkan keputusan banding yang dilakukan federasi sepak bola Malaysia (FAM) terkait kasus pemalsuan dokumen 7 pemain asing.
Dalam putusan yang diumumkan di Lausanne, Kamis (5/3/2026) waktu setempat, CAS menyatakan ketujuh pemain tetap menjalani larangan bermain selama 12 bulan, tetapi sanksi itu kini hanya berlaku untuk pertandingan resmi.
Artinya, ketujuh pemain itu masih diperbolehkan berlatih dan terlibat dalam aktivitas sepak bola bersama klub.
Tujuh pemain yang terkena sanksi adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Namun di sisi lain, banding yang diajukan FAM justru ditolak oleh CAS.
Federasi sepak bola Malaysia itu tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp1,8 miliar.
Kasus ini bermula pada 2025 ketika FAM mendekati tujuh pemain asing tersebut untuk menjalani proses naturalisasi agar bisa memperkuat tim nasional Malaysia.
Ketujuh pemain ini kemudian memperoleh paspor Malaysia sebagai bagian dari proses tersebut.
Masalah muncul setelah FIFA menemukan adanya pelanggaran kode disiplin terkait dokumen naturalisasi.
Baca Juga: Tren Positif 6 Bintang Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026: Verdonk Dominan, Audero Heroik
Pada 25 September 2025, Komite Disiplin FIFA menyatakan dokumen yang digunakan dipalsukan dan para pemain tidak memiliki hubungan nyata dengan Malaysia.
FIFA kemudian menjatuhkan sanksi berupa denda 2.000 franc Swiss untuk masing-masing pemain serta larangan aktivitas sepak bola selama 12 bulan.
Sementara FAM dikenai denda besar sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proses tersebut.
FAM dan para pemain lalu mengajukan banding ke CAS pada 5 Desember 2025.
Dalam permohonannya, FAM mengakui adanya kekurangan institusional dalam proses administrasi naturalisasi tersebut.
Sementara itu, para pemain menegaskan mereka tidak membuat atau memalsukan dokumen.
Berita Terkait
-
Tren Positif 6 Bintang Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026: Verdonk Dominan, Audero Heroik
-
Eks Tottenham Hotspur Sudah Tak Sabar Bela Timnas Malaysia
-
Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027
-
Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Curi Poin di JIS, Rivaldo Pakpahan Yakin Borneo FC Masih di Jalur Juara Super League
-
Harga Tiket Playoff Piala Dunia 2026 di Meksiko Anjlok Parah, Cuma Dibandrol Rp190 Ribu
-
Eligible Bela Timnas Tanpa Naturalisasi, Pemain Keturunan Rp 6,08 Miliar Dijagokan ke Raksasa Eropa
-
Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh
-
Walid Regragui Dilaporkan Mundur, Xavi Hernandez Tolak Latih Maroko di Piala Dunia 2026
-
Resmi! Pilpres Barcelona 2026 Hanya Diikuti Dua Calon: Joan Laporta vs Victor Font
-
Menguak Identitas 2 Pemain Eropa yang Dirumorkan Bakal Bela Timnas Indonesia
-
Gandeng VIDA, Persija Jakarta Go Digital
-
Hafal Atmosfer Rizal Memorial, Ricky Kambuaya Siap Pimpin Dewa United Bungkam Manilla Digger
-
Justin Hubner Bersinar di Eredivisie, Legenda Belanda: Cocok Gabung PSV Eindhoven