- Rafael van der Vaart mengkritik keras kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, yang dianggap tak pantas mengomentari internal Ajax sebagai pemain baru.
- Van der Vaart adalah legenda Belanda, peraih Golden Boy 2003, dan pernah bermain untuk Real Madrid serta menjadi finalis Piala Dunia 2010.
- Sang legenda ternyata memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu, yang membuat anaknya, Damian van der Vaart, juga berdarah Indonesia.
Suara.com - Nama Legenda Belanda Rafael van der Vaart mendadak menjadi sorotan publik sepak bola Tanah Air usai melontarkan kritik pedas kepada kiper Timnas Indonesia.
Mantan kapten Ajax Amsterdam tersebut secara terbuka menyemprot penjaga gawang anyar klub yakni Maarten Paes.
Menariknya, sosok Rafael van der Vaart yang kini berprofesi sebagai pengamat sepak bola ini rupanya memiliki anak kandung yang berdarah Indonesia.
Kemarahan sang legenda dipicu oleh komentar terbuka Paes yang mengkritik internal tim usai menelan kekalahan 1-3 dari FC Groningen.
"Setelah kedudukan 2-1, kami tidak menunjukkan apa pun bahwa kami adalah sebuah tim. Itu menyakitkan," kata Maarten Paes dikutip dari Voetbal Primeur, Rabu (11/3/2026).
"Saya melihat diri saya terlebih dahulu. Saya bukan orang yang suka menunjuk jari; saya seorang pria dewasa, jadi saya mengambil tanggung jawab itu. Tapi saya pikir Anda semua melihat bahwa kami pada akhirnya saling mengecewakan.”
Pernyataan tersebut langsung disambar dengan komentar menohok oleh van der Vaart dalam sebuah program televisi olahraga.
"Saya akan mengirim kiper itu langsung kembali ke, dari mana dia berasal, Amerika?" tegas van der Vaart.
"Dia baru saja bergabung dengan tim dan dia harus membuktikan segalanya. Dia kemudian mengatakan mereka bukan sebuah tim, yang menurut saya sangat mudah.”
Baca Juga: Suporter Sebut Maarten Paes Bak Andre Onana Usai Ajax Dibantai FC Groningen
“Dia menghentikan bola, berlari keluar kotak penalti, dan mengumpat semua orang. Saya sama sekali tidak bisa memahaminya.”
Sosok van der Vaart sendiri bukanlah nama sembarangan di kancah sepak bola Eropa pada masanya.
Ia merupakan produk asli akademi Ajax Amsterdam yang sukses meraih penghargaan Golden Boy pada tahun 2003.
Sepanjang kariernya, ia pernah membela panji klub-klub raksasa seperti Real Madrid dan Tottenham Hotspur.
Di level internasional, ia menjadi bagian dari skuad tim nasional Belanda yang berhasil melaju ke partai final Piala Dunia 2010.
Di luar lapangan hijau, publik mungkin belum banyak mengetahui bahwa darah Indonesia rupanya mengalir di dalam keluarganya.
Berita Terkait
-
Maarten Paes Disuruh Pulang ke Amerika oleh Legenda Belanda, Ada Apa?
-
Dikritik Van der Vaart, Maarten Paes Justru Dapat Pembelaan dari Wesley Sneijder
-
Maarten Paes Sebut Ajax Krisis Identitas, Fred Grim: Jangan Cuma Kritik, Cari Solusi!
-
Maarten Paes Jadi Biang Kerok Kekalahan Ajax? Fred Grim: Sulit Ditemukan Penyebabnya
-
Ajax Krisis Identitas! Kritik Pedas Maarten Paes Usai Kalah Telak dari Groningen
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Apa Itu Balas Dendam? Striker PSG Tak Minat
-
Banyak Pemain Top, Pelatih Chelsea Bingung Tentukan Starting Line-up Lawan PSG
-
Serius Hadapi Manchester City, Federico Valverde: Harus Siap Fisik dan Mental
-
Pep Guardiola Pastikan Rotasi Pemain saat Lawan Real Madrid
-
Maarten Paes Disuruh Pulang ke Amerika oleh Legenda Belanda, Ada Apa?
-
Bukan Sekadar Clean Sheet: Alasan Teja Paku Alam Kalah Saing di Timnas Indonesia Era John Herdman
-
Mikel Arteta Bantah Incar Quadruple
-
Kalah dari Bhayangkara, Pelatih Arema FC Salahkan Wasit
-
Dipanggil Timnas Indonesia, Eliano Reijnders Ungkap Misi Besar
-
5 Pemain 'Membelot' ke Australia, Pemerintah Iran: Pulanglah, Jangan Terhasut Propaganda AS