- Arsenal bermain imbang melawan Bayer Leverkusen di Liga Champions berkat gol penalti Kai Havertz pada menit ke-89.
- Mikel Arteta menyesali pemborosan peluang dan kehilangan bola di area berbahaya yang menjadi faktor dominasi awal timnya.
- Arteta menilai perubahan taktik pada akhir laga membantu tim menemukan momentum untuk mencetak gol penyama kedudukan krusial.
Suara.com - Pelatih Mikel Arteta mengakui timnya tampil di bawah ekspektasi saat Arsenal bermain imbang melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion BayArena, Leverkusen, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
The Gunners selamat dari kekalahan berkat gol penalti telat yang dicetak Kai Havertz di menit ke-89.
Leverkusen awalnya memimpin lebih dulu lewat gol yang dicetak Robert Andrich pada menit ke-46.
Arteta menegaskan gol tersebut sangat krusial bagi peluang timnya.
“Sangat penting, tentu saja. Pertandingan memiliki fase yang berbeda dan kami sangat dominan di babak pertama,” kata Arteta dilansir dari Football London.
Ia menyesali peluang yang gagal dimanfaatkan Arsenal sebelum tertinggal.
“Kami punya peluang besar lewat Gabi, tapi ketika Anda menyia-nyiakan kesempatan seperti itu, pertandingan bisa berubah,” ujarnya.
Menurut Arteta, timnya juga terlalu mudah kehilangan bola di area berbahaya.
“Setiap kali kami masuk ke sekitar kotak penalti, kami justru kehilangan bola dan memberi mereka peluang melakukan serangan balik.”
Baca Juga: Jelang Bentrok Liga Champions, PSG Goda Bintang Chelsea Enzo Fernandez
Meski tertinggal, Arsenal menunjukkan reaksi di akhir pertandingan. Arteta menilai perubahan taktik dan pergantian pemain membantu timnya menemukan momentum.
“Dalam 20–25 menit terakhir dengan beberapa perubahan, permainan kami jauh lebih baik. Pada akhirnya kami menemukan cara untuk mencetak gol,” jelasnya.
Gol penyama kedudukan terasa spesial bagi Havertz yang pernah membela Leverkusen. Arteta memuji ketenangan sang penyerang saat mengeksekusi penalti.
“Sepak bola selalu menghadirkan cerita khusus. Dia kembali ke sini setelah lama pergi dan mencetak gol penting. Itu momen besar untuknya,” kata Arteta.
Keputusan menarik perhatian terjadi ketika Arteta menarik keluar Bukayo Saka saat timnya membutuhkan gol.
Pelatih asal Spanyol itu mengatakan perubahan tersebut murni alasan taktik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan