- Kontroversi status pemain Timnas Indonesia, Dean James, dipicu gugatan NAC Breda terkait keabsahan bermain di Eredivisie.
- Go Ahead Eagles bersikeras James terdaftar sebagai warga negara Belanda berdasarkan data resmi pemerintah Belanda.
- Pengamat mengkritik tuntutan pengulangan laga pasca kekalahan 0-6 Go Ahead karena dinilai mengganggu integritas kompetisi.
Suara.com - Kontroversi status pemain Timnas Indonesia, Dean James terus memanas di Eredivisie.
Dean James digugat pihak NAC Breda karena dianggap tak sah bermain di Eredivisie karena sudah menjadi WNI dan Go Ahead dituding tetap mendaftarkan sebagai pemain Belanda.
Perdebatan soal kelayakan bermain James kini menjadi topik panas di berbagai forum media di Belanda.
Pengamat klub Go Ahead Eagles, Wouter Foppen, menilai polemik ini sudah melebar terlalu jauh.
Foppen mengkritik keras permintaan NAC Breda yang menginginkan pertandingan ulang usai dikalahkan 0-6 dari Go Ahead.
“Permintaan mengulang pertandingan itu tidak masuk akal. Ini bisa menimbulkan banyak masalah di sepak bola profesional,” tegasnya dilansir dari AD.NL
Foppen juga mendesak KNVB untuk segera mengambil keputusan.
“Bahas saja bersama klub-klub dan cari solusi. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” lanjut Foppen.
Situasi semakin krusial karena berdampak langsung pada persaingan di klasemen.
Baca Juga: Dean James Batal Gabung Timnas Indonesia usai Status Kewarganegaraan Jadi Polemik?
Jarak Go Ahead Eagles dengan zona degradasi hanya lima poin, sehingga setiap keputusan bisa mengubah peta kompetisi secara signifikan.
“Ini jelas berdampak pada kompetisi,” ujar Foppen. Ketidakpastian soal status Dean James kini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga berpotensi mengguncang integritas Eredivisie.
Sebelumnya, phak klub Go Ahead bersikeras bahwa Dean James tetap terdaftar sebagai warga negara Belanda berdasarkan data resmi pemerintah Belanda.
“Kami login ke Mijn Overheid, dan di sana tertulis jelas, kewarganegaraan Belanda,” kata Van Dop seperti dilansir dari Oost.
Van Dop menanggapi santai laporan tersebut. “Saya bahkan tidak berdebat. Saya hanya bilang, ‘silakan, semoga sukses’,” ujarnya.
Van Dop menilai keberatan NAC terasa janggal karena kasus serupa sebelumnya tidak berujung pada pengulangan pertandingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Perkuat Lini Tengah, PSIS Semarang Resmi Datangkan Jack Brown
-
Buka Peluang Duel Lawan Lionel Messi di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo: Top!
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
-
Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026
-
Seruan Didenger, AS Longgarkan Pembatasan Perjalanan Timnas Iran
-
Patut Ditiru! Ini Cara Elegan Cristiano Ronaldo Bungkam Kritik di Piala Dunia 2026
-
VAR 'Tertidur' di Grup L! Tekel Konsa ke Prince Adu Bikin Fans Ghana Naik Pitam
-
Baru Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Mendadak Kesal Gara-gara Ditanya Soal Messi
-
Bukan Ronaldo! 'Thor' dari Skotlandia Otak di Balik Kemenangan Telak Portugal
-
Sempat Disorot, FIFA Pastikan Donald Trump Akan Serahkan Trofi Piala Dunia 2026