- Sebanyak 1.700 pemudik bus tiba di Terminal Kalideres Jakarta hingga Rabu pagi, 25 Maret 2026.
- Mayoritas penumpang yang datang berasal dari wilayah Jawa Tengah, Sumatera, dan Jawa Barat sesuai data Kepala Terminal.
- Terminal Kalideres menambah armada bus, termasuk angkutan malam, untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kedatangan pemudik.
Suara.com - Para pemudik yang telah kembali ke Jakarta menggunakan transportasi bus terus berdatangan melalui Terminal Kalideres.
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, mengatakan sejak dini hari hingga pagi tadi jumlah penumpang yang tiba di tempatnya mencapai 1.700 orang.
Jika dibandingkan hari kemarin, Prasetyo memprediksi hari ini akan terjadi kepadatan kedatangan penumpang.
“Diperkirakan akan terjadi kepadatan kedatangan dibanding dengan hari sebelumnya. Seperti data yang kita terima tadi malam, sejak pukul 02.00 dini hari penumpang sudah mulai berdatangan,” kata Prasetyo, Rabu (25/3/2026).
“Tercatat sampai dengan pagi hari ini sudah 1.700 penumpang yang datang ke Terminal Bus Kalideres,” imbuhnya.
Prasetyo menuturkan, mayoritas penumpang yang datang ke Jakarta melalui Terminal Kalideres berasal dari wilayah Jawa Tengah, Sumatera, dan Jawa Barat.
“Asal penumpang terbanyak untuk saat ini dari Jawa Tengah, yang kedua dari Sumatera, yang ketiga dari Jawa Barat, yang keempat dari Jawa Timur, dan yang kelima berasal dari Banten,” jelas Prasetyo.
Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, kata Prasetyo, pihaknya telah melakukan penambahan armada transportasi yang dapat mengangkut penumpang dari Terminal Kalideres ke berbagai tujuan.
Pihaknya juga telah menyiapkan armada malam hari agar tetap bisa memfasilitasi para penumpang yang tiba di Terminal Kalideres pada malam hari.
Baca Juga: Menelusuri Absurditas dalam Jakarta Sebelum Pagi
“Kita juga bekerja sama dengan Transjakarta untuk penambahan armada, terutama armada Amari-nya (angkutan malam hari), yaitu penambahan sekitar 5 sampai 10 armada atau bersifat situasional, melihat kondisi lonjakan penumpang di dalam terminal pada malam hari,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Menelusuri Absurditas dalam Jakarta Sebelum Pagi
-
Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!
-
Usai Libur Lebaran, Pemprov DKI Jakarta terapkan WFA
-
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Terminal Kalideres Dipantau Ketat Selama Arus Mudik Lebaran
-
Hindari Puncak Arus Balik, Menhub Imbau Pemudik Maksimalkan WFA
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK