Bola / Bola Indonesia
Senin, 30 Maret 2026 | 17:11 WIB
MilkLife Soccer Challenge (MLSC) raih penghargaan PSSI Awards karena keseriusannya membangun ekosistem sepak bola putri dari level akar rumput di 12 kota. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • MilkLife Soccer Challenge meraih penghargaan sebagai Program Pengembangan Akar Rumput Terbaik di PSSI Awards.
  • Program ini dinilai sukses membangun ekosistem sepak bola putri sejak usia dini dengan menjangkau 12 kota dan lebih dari 32.000 peserta.
  • Keseriusan dan keberlanjutan program ini mendapat apresiasi tinggi dari PSSI, sekolah, hingga para jebolannya yang kini menatap karier profesional.

Suara.com - Program pembinaan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang PSSI Awards edisi perdana pada Sabtu (28/3/2026) malam WIB.

Apresiasi dari federasi tertinggi sepak bola nasional ini diberikan karena MLSC dinilai sangat serius dalam membangun ekosistem sepak bola putri sejak usia dini.

Penghargaan kategori PT Freeport Indonesia Grassroots Development Program of The Year ini diterima langsung oleh Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, di Jakarta.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa PSSI Awards bukan sekadar malam penganugerahan, melainkan bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang berkontribusi.

“Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan cuma pemain, tetapi juga wasit, PSSI provinsi, sponsor, komunitas, dan banyak pihak lain yang terus bekerja dari level grassroots sampai sepak bola prestasi," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis.

Sepak Bola Putri Tangerang Terus Tumbuh, MLSC 2025 Hadirkan Regenerasi dan Talenta Baru. [Dok MLSC]

Teddy Tjahjono mendedikasikan penghargaan ini untuk mendiang Michael Bambang Hartono, yang bersama Robert Budi Hartono, menjadi motor penggerak di balik pembinaan olahraga Djarum Foundation.

“Penghargaan ini merupakan suntikan motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan MilkLife Soccer Challenge sehingga menjadi lokomotif yang memperkuat fondasi ekosistem sepak bola putri di Tanah Air," tutur Teddy.

Sejak pertama kali digulirkan pada 2023 di Kudus, MLSC kini telah menjangkau 12 kota di Indonesia, dengan kompetisi yang digelar dua kali dalam setahun di setiap kota.

Kuantitas pesertanya pun menunjukkan tren positif yang luar biasa, dari 5.163 siswi pada Seri 1 2024, menjadi 17.492 pada Seri 1 2025 – 2026.

Baca Juga: Debut John Herdman di Timnas Indonesia, GBK Diprediksi Membara

Secara total, kompetisi ini telah diikuti oleh 32.706 calon pesepak bola putri di seluruh penjuru Tanah Air.

Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, mengapresiasi keberlanjutan program ini yang dinilai membuat anak didiknya lebih giat berolahraga.

“MilkLife Soccer Challenge telah menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri dan menemukan bakat mereka di bidang olahraga," ujar Didit.

Manfaat dari program ini dirasakan langsung oleh salah satu jebolannya, Albianca Raula, yang mimpinya menjadi pesepak bola profesional kini semakin terbuka lebar.

“MLSC sangat membantu saya untuk menekuni dunia sepak bola, hingga saya sempat masuk seleksi Timnas Wanita untuk Piala AFF U-16," ujar atlet jebolan SDN Kebagusan 03 Jakarta tersebut.

Senada dengan Albianca, Ika Wonda yang juga pernah merumput di MLSC mengaku sangat bangga dengan penghargaan yang diraih.

Load More