Bola / Bola Indonesia
Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Bulgaria Christian Stoyanov (tengah) pada pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Antara/Asprilla Dwi Adha)
Baca 10 detik
  • Calvin Verdonk sukses membuktikan diri sebagai pemain serbabisa dengan memainkan lima posisi berbeda sejak melakoni debutnya di Timnas Indonesia.
  • Bermula sebagai bek di era STY, Verdonk berevolusi menjadi gelandang bertahan era Kluivert, dan kini jadi pengatur serangan di era Herdman.
  • Pelatih John Herdman memuji kecerdasan taktik Verdonk yang juga tampil sangat apik membawa klub Lille bersaing di papan atas Liga Prancis.

"Saya bangga dengan Calvin. Dia bermain di level tertinggi malam ini. Dia pantas mendapatkan lebih," kata dia.

Menyikapi bongkar pasang posisi ekstrem yang dialaminya, sang pemain sendiri mengaku sama sekali tidak merasa keberatan dengan hal tersebut.

"Saya bermain di posisi mana pun pelatih menempatkan saya. Entah itu, gelandang, atau bek sayap, bek tengah. Hari ini juga nomor 10. Saya akan bermain di posisi mana pun yang pelatih mau dan itu tidak masalah," kata Verdonk di mixed zone SUGBK.

Kematangan taktik sang pemain saat membela negara tentu berbanding lurus dengan jam terbang tinggi yang ia dapatkan di benua Eropa pada musim ini.

Ia tercatat sudah tampil sebanyak 21 kali di berbagai kompetisi elit, termasuk 13 penampilan di Liga Prancis dan tujuh laga di ajang Liga Europa.

Kontribusi nyatanya berhasil membawa klubnya bertengger di peringkat kelima klasemen liga domestik dengan 47 poin sekaligus melaju ke babak 16 besar Liga Europa.

Load More