Bola / Bola Indonesia
Rabu, 01 April 2026 | 10:25 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Dok. PSSI)
Baca 10 detik
  • Pelatih John Herdman mengambil jeda evaluasi usai memimpin Timnas Indonesia dalam dua laga FIFA Series 2026 di Jakarta.
  • Timnas Indonesia mencatat satu kemenangan melawan Saint Kitts dan Nevis serta satu kekalahan saat menghadapi tim Bulgaria.
  • Herdman menyoroti kemampuan adaptasi taktik tim namun terkendala minimnya waktu persiapan untuk memaksimalkan performa skuad Garuda tersebut.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan rencananya untuk mengambil jeda singkat setelah memimpin tim dalam dua laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi atas dua pertandingan yang telah dilalui, yakni kemenangan 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis serta kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di partai final.

"Untuk perbaikan, saya akan meninjau pertandingan dalam dua minggu ke depan. Saat ini saya masih emosional karena kami sangat ingin menang," kata Herdman dalam jumpa pers setelah laga final FIFA Series 2026 yang berakhir dengan kekalahan 0-1 dari Bulgaria di SUGBK, Senin.

"Saya selalu mengatakan, jangan berbicara terlalu banyak saat emosi. Saya perlu mundur sejenak, menilai pertandingan dengan kepala dingin, dan melihat kekuatan tim terlebih dahulu, hal-hal yang bisa kami bangun," katanya menambahkan.

Meski hasil belum sepenuhnya memuaskan, Herdman tetap melihat sejumlah sisi positif dari dua laga perdananya bersama skuad Garuda. Ia menilai tim mampu beradaptasi dengan baik, termasuk saat menerapkan dua sistem permainan berbeda dalam waktu singkat.

"Kemampuan berpindah antara dua sistem bertahan dalam dua hari adalah hal positif. Kami bisa menjadi salah satu tim paling adaptif di Asia, dan itu akan menjadi kekuatan besar saat menghadapi tim kuat," ucap dia.

Di sisi lain, keterbatasan waktu persiapan menjadi tantangan utama bagi pelatih kelahiran Consett, Inggris tersebut. Minimnya waktu bersama pemain membuat implementasi taktik belum berjalan optimal.

Sebagai solusi, Herdman bahkan menambah porsi latihan harian, termasuk menggelar sesi tambahan di area lapangan basket Gelora Bung Karno untuk memperkuat pemahaman taktik para pemain.

Ia berharap, pada agenda pertandingan internasional berikutnya pada Juni mendatang, tim memiliki waktu persiapan yang lebih panjang sehingga kekurangan yang terlihat di FIFA Series 2026 dapat diperbaiki secara maksimal.

Baca Juga: Main di 2 Laga FIFA Series 2026 dan Berstatus Abroad, Gimana Performa Ramadhan Sananta?

(Antara)

Load More