- Polemik paspoortgate menyebabkan sejumlah klub Belanda menonaktifkan pemain Timnas Indonesia akibat masalah status dwi-kewarganegaraan yang tidak diakui secara hukum.
- AFC Ajax berhasil menyelamatkan karier Maarten Paes melalui penanganan administrasi yang teliti dan prosedur hukum yang sangat ketat.
- Ajax memulangkan Paes ke Amerika Serikat untuk mengurus visa kerja yang legal agar dapat tinggal serta bermain di Belanda.
Suara.com - Polemik besar yang dijuluki paspoortgate kini tengah mengguncang sepak bola Belanda, memaksa sejumlah klub menonaktifkan sementara para pemainnya, termasuk empat pilar Timnas Indonesia.
Namun, di tengah kekacauan ini, ada satu nama yang berdiri kokoh dan selamat yaitu Maarten Paes.
Keberhasilan kiper Timnas Indonesia ini lolos dari jerat masalah administrasi bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari ketelitian dan langkah proaktif yang diambil oleh klubnya, AFC Ajax.
Media Belanda, Voetbal International mengulas bagaimana banyak klub kini panik dan harus melibatkan ahli hukum untuk menelusuri status pemain mereka.
"Pengacara dan ahli hukum dilibatkan untuk menelusuri status para pemain internasional dan mengurus izin kerja. Klub-klub untuk sementara menonaktifkan pemain," tulis Voetbal International.
Namun, media tersebut secara spesifik menyoroti bagaimana Ajax menjadi satu-satunya pengecualian.
"Kecuali Ajax, yang bertindak benar dengan Maarten Paes. Bahwa Maarten Paes sebagai satu-satunya pemain Eredivisie asal Indonesia juga terdaftar sebagai warga negara Indonesia, pada awalnya bukanlah maksud ketika ia bergabung pada 2 Februari 2026 dari FC Dallas," jelasnya.
Akar masalahnya terletak pada hukum kewarganegaraan. Baik Indonesia maupun Belanda tidak mengakui status dwi-kewarganegaraan yang berarti para pemain yang memilih menjadi WNI secara otomatis kehilangan paspor Belanda mereka.
"Tidak mungkin memiliki kewarganegaraan Indonesia dan Belanda secara bersamaan. Di Indonesia, paspor ganda tidak diperbolehkan. Di sini, warga Belanda kehilangan kewarganegaraannya begitu mereka secara sukarela dinaturalisasi menjadi warga negara lain," jelas ahli hukum di sana.
Baca Juga: Meledak di Timnas! Menit Main Elkan Baggott dalam 3 Hari Kalahkan Semusim di Ipswich Town
Ajax menyadari potensi masalah ini sejak awal. Inilah yang menjadi alasan mengapa debut Paes sempat tertunda.
Klub raksasa Belanda itu tidak mau mengambil risiko dan memilih untuk membereskan semua administrasi terlebih dahulu, bahkan dengan konsekuensi sang pemain tidak bisa berlatih.
"Direksi memutuskan, berdasarkan temuan departemen hukum, untuk tidak mengambil risiko kesalahan administratif yang nantinya bisa berbalik merugikan," ungkap Voetbal International.
"Para pelatih kecewa. Proses pengajuan izin kerja memakan waktu minimal dua minggu. Kiper kedua yang baru tidak boleh bekerja dan selama itu juga tidak bisa ikut berlatih."
"Paes bahkan tidak bisa berlatih sendiri di De Toekomst, karena hal itu bisa menimbulkan masalah bagi Ajax sebagai pemberi kerja. Bahkan, pada kenyataannya ia berada di Uni Eropa tanpa izin tinggal," tambahnya lagi.
Solusi yang diambil Ajax pun terbilang ekstrem namun tepat. Mereka memulangkan Paes ke Amerika Serikat, negara tempat ia terakhir kali bekerja secara legal untuk mengurus izin tinggal dan kerja yang sesuai sebagai warga negara non-Uni Eropa.
Berita Terkait
-
Bojan Hodak Puji Beckham Putra: Dua Golnya Bungkam Kritik Netizen
-
Justin Hubner Kirim Pesan Optimistis untuk Fans Timnas Indonesia, Apa Itu?
-
Usai Bela Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On Malah Dibekukan Sementara Oleh Klubnya
-
Hadir di Jakarta, Eks AZ Alkmaar Puji Performa Timnas Indonesia Era John Herdman
-
Jay Idzes Masih Percaya Timnas Indonesia Bisa Lolos ke Piala Dunia
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Hasil BRI Super League: Kalahkan Dewa United, Persis Solo Jaga Asa untuk Bertahan
-
Akademi Persib Bandung Juara U-18, Rebut Tiket ke Soccer League All-Stars
-
Sumsel United Kampiun Edisi Pertama EPA Championship, ILeague Angkat Topi Kompetisi Lancar
-
Del Piero Puji Kenan Yildiz dan Bintang Muda Dunia: Fantasi Sepak Bola Italia Belum Mati
-
MU Putuskan Nasib Carrick, Sir Jim Ratcliffe Kasih Restu Kontrak Dua Tahun Disodorkan
-
Segampang Itu Pecundangi Liverpool: The Reds Telan 19 Kekalahan Kebobolan 52 Gol
-
Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
-
7 Fakta Final Piala FA Chelsea vs Man City: Haaland Mandul, Kutukan The Blues
-
Kebakaran Jenggot! Menhan Israel Belingsatan Gegara Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina
-
Daftar Pemain Prancis di Piala Dunia 2026: Mewah Bikin Lawan Gemetar Jaminan Juara?