- Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, selamat dari skandal paspor di Liga Belanda berkat manajemen AFC Ajax yang sangat teliti mengurus legalitas sang pemain.
- Ajax proaktif melibatkan tim hukum, menunda debut Paes, dan memintanya mengurus visa kerja non-Uni Eropa dari AS agar tak melanggar aturan imigrasi.
- Pendekatan profesional dan transparan Ajax kepada KNVB membuat Paes menjadi satu-satunya pemain WNI di Eredivisie yang aman dari sanksi penonaktifan.
Hanya setelah seluruh proses legalitas tersebut rampung, barulah ia diizinkan untuk merumput secara legal membela Ajax tanpa dibayangi risiko sanksi apa pun.
Selain langkah internal, pihak Ajax juga secara aktif terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan federasi sepak bola KNVB sejak awal mula perekrutan.
Mereka bahkan mengambil inisiatif untuk melaporkan setiap potensi masalah administratif sebelum hal tersebut meledak menjadi polemik besar seperti saat ini.
Pendekatan proaktif dan transparan inilah yang membuat Ajax selangkah lebih siap dan terhindar dari badai sanksi yang kini menimpa klub-klub pesaingnya.
Kasus paspoortgate ini sendiri pertama kali bermula dari adanya laporan terkait status kewarganegaraan Dean James yang dipertanyakan usai dinaturalisasi menjadi WNI.
Dari satu kasus tersebut, masalah administrasi ini kemudian meluas bak bola liar dan menyeret puluhan nama pemain keturunan lainnya di liga Belanda.
Sekitar 25 pemain kini tengah didata dan diinvestigasi secara mendalam oleh pihak otoritas imigrasi Belanda (IND).
Akibatnya, banyak klub yang akhirnya memilih langkah aman dengan menonaktifkan para pemainnya dari seluruh aktivitas tim, baik latihan maupun pertandingan resmi.
Berbeda 180 derajat dengan klub-klub tersebut, Ajax sudah lebih dulu mengendus dan mengantisipasi segala risiko hukum tersebut jauh sebelum skandal ini mencuat.
Baca Juga: Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan: Andai Tahu Begini, Saya Pilih Timnas Indonesia
Hasilnya terbukti nyata, Maarten Paes kini menjadi satu-satunya pemain berpaspor Indonesia di Eredivisie yang berstatus aman dan bebas bermain.
Semua keberhasilan ini murni berkat ketelitian, kesabaran, dan kepatuhan mutlak terhadap aturan yang diterapkan oleh manajemen klub.
Kasus Maarten Paes ini sekaligus memberikan penegasan kuat tentang betapa pentingnya peran manajemen yang profesional dan melek hukum dalam industri sepak bola modern.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Calvin Verdonk, Pesan Pemain Senilai 12 Miliar Jadi Motivasi Dony Tri Pamungkas
-
Alasan Maarten Paes Lolos Sanksi 'Skandal Paspor' KNVB
-
Rahasia Dony Tri Pamungkas Gocek Dua Pemain Bulgaria Sampai Tabrakan
-
Dean James hingga Justin Hubner Terancam Tak Lagi Bisa Bela Timnas Indonesia Buntut Skandal Paspor
-
Justin Hubner Cuma Bisa Geleng-geleng Isu Paspor di Liga Belanda
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi