- Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, selamat dari skandal paspor di Liga Belanda berkat manajemen AFC Ajax yang sangat teliti mengurus legalitas sang pemain.
- Ajax proaktif melibatkan tim hukum, menunda debut Paes, dan memintanya mengurus visa kerja non-Uni Eropa dari AS agar tak melanggar aturan imigrasi.
- Pendekatan profesional dan transparan Ajax kepada KNVB membuat Paes menjadi satu-satunya pemain WNI di Eredivisie yang aman dari sanksi penonaktifan.
Suara.com - Skandal paspor yang melanda sejumlah penggawa Timnas Indonesia di kompetisi sepak bola Belanda ternyata tidak berdampak sedikit pun pada sosok Maarten Paes.
Kiper andalan berusia 26 tahun tersebut justru selamat dari jeratan sanksi berkat langkah cepat, teliti, dan profesional dari manajemen AFC Ajax.
Situasi pelik yang dijuluki paspoortgate oleh media Voetbal International ini menjadi contoh nyata bagaimana kualitas manajemen sebuah klub bisa menentukan nasib karier seorang pemain.
Maarten Paes diketahui bergabung dengan raksasa Eredivisie tersebut pada Februari 2026 setelah memutuskan untuk meninggalkan klub lamanya, FC Dallas.
Penjaga gawang tangguh ini telah resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sejak April 2024 dan otomatis melepaskan paspor Belandanya.
Perubahan status kewarganegaraan ini secara hukum mengharuskannya untuk tunduk pada aturan ketat terkait pemain asing non-Uni Eropa di liga domestik.
Di tengah kepanikan banyak klub yang memilih untuk menonaktifkan pemainnya karena status yang belum jelas, Ajax justru mengambil pendekatan yang jauh lebih hati-hati dan terstruktur.
Sejak awal kedatangannya, pihak manajemen Ajax dengan tegas menolak untuk langsung memainkan Paes meskipun ia sudah resmi direkrut.
Bahkan, laga debutnya terpaksa harus ditunda lebih lama lantaran proses administrasi keimigrasiannya belum sepenuhnya rampung.
Baca Juga: Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan: Andai Tahu Begini, Saya Pilih Timnas Indonesia
Keputusan bijak ini sengaja diambil oleh petinggi klub demi menghindari potensi pelanggaran regulasi yang bisa berujung pada sanksi berat dari KNVB.
Dalam proses pengurusan dokumen, Ajax secara proaktif melibatkan tim hukum internal mereka untuk memastikan bahwa seluruh berkas sang pemain valid di mata hukum.
Paes bahkan sempat diinstruksikan untuk terbang kembali ke Amerika Serikat secara khusus hanya untuk mengurus perizinan tinggalnya yang baru.
Langkah preventif ini sangat krusial agar sang penjaga gawang terhindar dari pelanggaran aturan keimigrasian ketat yang diberlakukan oleh Uni Eropa.
Dari negeri Paman Sam itulah, Paes mengajukan permohonan visa tinggal sementara dengan tujuan bekerja sebagai pesepak bola profesional di Belanda.
Setelah izin resminya diterbitkan oleh otoritas terkait, barulah ia diperbolehkan untuk kembali menginjakkan kakinya di kota Amsterdam.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Calvin Verdonk, Pesan Pemain Senilai 12 Miliar Jadi Motivasi Dony Tri Pamungkas
-
Alasan Maarten Paes Lolos Sanksi 'Skandal Paspor' KNVB
-
Rahasia Dony Tri Pamungkas Gocek Dua Pemain Bulgaria Sampai Tabrakan
-
Dean James hingga Justin Hubner Terancam Tak Lagi Bisa Bela Timnas Indonesia Buntut Skandal Paspor
-
Justin Hubner Cuma Bisa Geleng-geleng Isu Paspor di Liga Belanda
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jual Jersey untuk Berobat Anak, Kiper Paraguay Ingin Kalahkan Prancis Demi Pulangkan Baju Miliknya
-
Rayhan Hannan Tak Takut Gempuran Pemain Keturunan, Siap Rebut Kepercayaan Shin Tae-yong di Persija
-
Pelatih Kroasia Semprot VAR Usai Disingkirkan Portugal di Piala Dunia 2026
-
Pertemuan Rahasia dengan DFB, Julian Nagelsmann Siap Mundur dari Timnas Jerman
-
Tersingkir di Piala Dunia 2026, Riyad Mahrez Nyatakan Pensiun dari Timnas Aljazair?
-
Lagi-lagi, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Menterang di Timnas Portugal
-
Melempem Lawan Austria, Lamine Yamal Santai: Terpenting Timnas Spanyol Menang!
-
Pasrah dengan Gaya, Ini Ucapan Pelatih Tanjung Verde Jelang Hadapi Argentina
-
PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion Pendamping Masih Diseleksi
-
Swiss Singkirkan Aljazair 2-0, Granit Xhaka dkk Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026