Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 11 April 2026 | 06:53 WIB
Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona. [Dok. IG Real Madrid[
Baca 10 detik
  • Real Madrid ditahan imbang 1-1 oleh Girona di Stadion Santiago Bernabeu pada Sabtu (11/4/2026) pekan ke-31 Liga Spanyol.
  • Hasil imbang tersebut memperlebar jarak Real Madrid dengan Barcelona menjadi enam poin dalam perburuan gelar juara liga domestik.
  • Laga diwarnai kontroversi wasit yang menolak memberikan penalti meski wajah Kylian Mbappe berdarah akibat pelanggaran bek Girona di lapangan.

Suara.com - Pekan ke-31 Liga Spanyol 2025/2026 diwarnai dengan drama di Bernabeu yang menyita perhatian publik. Tuan rumah Real Madrid harus puas berbagi angka 1-1 saat menjamu Girona pada Sabtu (11/4/2026) dini hari WIB.

Hasil imbang ini tak hanya membuat Los Blancos semakin tertinggal dalam perburuan gelar juara dari rival abadi mereka, Barcelona, tetapi juga memicu kontroversi akibat insiden berdarah yang menimpa Kylian Mbappe.

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Santiago Bernabeu, skuad asuhan Alvaro Arbeloa sejatinya tampil mendominasi.

Mereka sempat memecah kebuntuan lebih dulu melalui sepakan keras Federico Valverde. Namun, kegembiraan itu sirna setelah Thomas Lemar sukses menyamakan kedudukan untuk Girona.

Skor imbang 1-1 ini membuat jarak Real Madrid dengan pemuncak klasemen Barcelona semakin melebar menjadi enam angka.

Lebih mengecewakan lagi, hasil ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan Madrid usai sebelumnya ditaklukkan Mallorca di liga domestik dan Bayern Munich di Liga Champions.

Di sisi lain, tambahan satu poin membuat Girona nyaman di peringkat ke-12 dengan koleksi 38 poin.

Dominasi Tanpa Hasil Maksimal

Sejak menit awal, Real Madrid langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan pertahanan Girona. Meski tampil dominan, ancaman pertama justru datang dari tim tamu pada menit ke-14 melalui Azzedine Ounahi. Beruntung, kiper Andriy Lunin tampil sigap menggagalkan peluang tersebut.

Baca Juga: Vinicius Junior Wanti-wanti Real Madrid Harus Lakukan Ini untuk Kalahkan Bayern

Madrid langsung merespons melalui percobaan Vinicius Junior pada menit ke-19 dan tendangan jarak jauh Valverde di menit ke-28. Namun, dominasi penguasaan bola tuan rumah gagal membuahkan hasil hingga turun minum.

Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Pada menit ke-51, Federico Valverde sukses mengoyak jala gawang Paulo Gazzaniga melalui tendangan geledek dari luar kotak penalti setelah menerima umpan matang dari Brahim Diaz.

Sayangnya, keunggulan Madrid hanya bertahan seumur jagung. Sebelas menit berselang (62'), Girona berhasil menyamakan kedudukan lewat tembakan kaki kiri Thomas Lemar dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau oleh Lunin. Umpan matang dari Arnau Martinez sukses dikonversi menjadi gol berkelas oleh Lemar.

Insiden Berdarah dan Kontroversi Penalti

Setelah kebobolan, intensitas serangan Madrid semakin meningkat. Serangan demi serangan dilancarkan melalui pergerakan lincah Vinicius Junior dan Kylian Mbappe.

Namun, puncak ketegangan dan drama sesungguhnya terjadi di pengujung laga.

Saat melakukan akselerasi cepat ke dalam kotak penalti Girona, wajah Mbappe terkena ayunan lengan bek Vitor Reis.

Insiden tersebut membuat striker asal Prancis itu terkapar dengan wajah Mbappe berdarah.

Sontak, para pemain Madrid melancarkan protes keras dan menuntut tendangan penalti.

Namun, wasit yang memimpin pertandingan mengabaikan protes tersebut dan klaim penalti ditolak mentah-mentah. Tak pelak, keputusan ini membuat kubu Los Blancos merasa sangat dirugikan dan frustrasi.

Kekecewaan Mendalam Alvaro Arbeloa

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tak dapat menyembunyikan kekecewaan dan kemarahannya atas kepemimpinan wasit, terutama terkait insiden yang menimpa Mbappe.

Dalam wawancara seusai pertandingan yang dikutip dari Diario AS, Arbeloa secara blak-blakan mengkritik kinerja pengadil lapangan dan penggunaan teknologi VAR.

"Itu penalti yang sangat jelas. Dan itu hanya satu lagi. Satu lagi. Itulah yang kita dapatkan, begitulah adanya," tegas Arbeloa saat ditanya mengenai pelanggaran terhadap Mbappe.

Ia juga mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR yang dinilainya kerap merugikan timnya.

"Baik saya maupun orang lain tidak mengerti. VAR campur tangan ketika itu menguntungkan mereka, dan ketika tidak, tidak. Saya sudah mengatakannya kemarin, dan Anda tahu pendapat saya. Kejadian ini menegaskannya," kata Arbeloa dikutip dari Diario AS, Sabtu (11/4/2026).

"Itu pelanggaran yang jelas. Kylian juga pernah dihukum karena pelanggaran di babak pertama yang bahkan kurang serius. Kami memiliki banyak masalah dengan wasit. Dengan wasit ini, di Mallorca... ceritanya sama saja," keluh mantan bek Madrid tersebut.

Secara keseluruhan, Arbeloa mengakui bahwa penampilan timnya bukanlah yang terbaik. Namun, ia merasa timnya pantas meraih kemenangan jika melihat banyaknya peluang yang diciptakan.

"Itu bukan penampilan terbaik kami, tetapi kami harus menang. Dengan semua peluang yang kami ciptakan dan betapa minimnya kerja sama tim, ditambah susunan pemain yang cukup kuat... seharusnya kami mencetak beberapa gol lagi. Tapi itu tidak terjadi. Dan kami pulang dengan hasil imbang ini," pungkasnya dengan nada kecewa.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tak berubah. Real Madrid pun harus rela ditahan Girona di kandang sendiri dan menelan kekecewaan di tengah kontroversi yang mengiringi akhir laga.

Susunan Pemain:

Real Madrid (4-3-3): Andriy Lunin; Daniel Carvajal, Raul Asencio, Eder Militao (Huijsen 64'), Fran Garcia (Mendy 79'); Federico Valverde, Eduardo Camavinga (Tchouameni 79'), Jude Bellingham (Guler 64'); Brahim Diaz (Garcia 84'), Kylian Mbappe, Vinicius Junior.

Girona (4-3-3): Paulo Gazzaniga; Arnau Martinez, Alejandro Frances, Vitor Reis, Alex Moreno; Thomas Lemar (Rincon 70'), Axel Witsel, Ivan Martin (Beltran 84'); Viktor Tsygankov, Claudio Echeverri (Ruiz 64', Stuani 85'), Azzedine Ounahi (Gil 70').

Load More