- Teja Paku Alam telah mengoleksi 16 clean sheet hingga pekan ke-27, hanya terpaut satu angka untuk menyamai rekor sepanjang masa Yoo Jae-hoon di Liga Indonesia.
- Kiper andalan Persib ini menegaskan bahwa rekor individu bukan prioritas utamanya, melainkan kemenangan tim untuk mengamankan gelar juara.
- Persib Bandung saat ini memimpin klasemen Super League dengan 64 poin, unggul empat angka dari Borneo FC dalam perburuan hattrick juara secara beruntun.
Suara.com - Penjaga gawang utama Persib Bandung, Teja Paku Alam, kini berada di ambang sejarah besar untuk memecahkan rekor clean sheet terbanyak sepanjang masa dalam satu musim kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Teja hanya membutuhkan tambahan satu laga nirbobol untuk menyamai rekor legendaris milik mantan kiper Persipura Jayapura, Yoo Jae-hoon, yang menorehkan catatan 17 kali clean sheet pada musim 2013 silam.
Meski kesempatan emas memecahkan rekor pribadi sudah berada di depan mata, kiper asal Sumatera Barat tersebut justru menegaskan bahwa ambisinya membawa Pangeran Biru meraih hattrick gelar juara jauh lebih krusial.
Mengejar Rekor Legendaris Yoo Jae-hoon
Hingga memasuki pekan ke-27 kompetisi Super League musim ini, Teja Paku Alam tercatat sudah mengoleksi total 16 pertandingan tanpa kebobolan sama sekali.
Secara statistik, Teja hanya butuh satu pertandingan lagi untuk menyamai pencapaian Yoo Jae-hoon dan dua laga nirbobol untuk resmi melampaui rekor yang telah bertahan selama 13 tahun tersebut.
Kesempatan untuk menyamai rekor itu sebenarnya sempat terbuka lebar saat Persib Bandung menjamu Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu, 12 April 2026 lalu.
Namun, kendati tim kebanggaan Bobotoh tersebut berhasil mengamankan kemenangan, gawang Teja terpaksa harus bergetar dua kali sehingga ambisi mencetak rekor baru harus tertunda.
Menariknya, situasi tersebut tidak membuat sang penjaga gawang merasa kecewa secara berlebihan karena ia memiliki skala prioritas yang berbeda.
Baca Juga: 3 Pemain Gacor di Pekan ke-27 BRI Super League, Satu Pemain Berpotensi Masuk ke Timnas Indonesia?
Obsesi Hattrick Juara di Atas Segalanya
Teja Paku Alam menegaskan bahwa dalam setiap pertandingan, fokus utamanya bukanlah catatan statistik individu, melainkan raihan tiga poin penuh untuk tim.
Bagi eks kiper Semen Padang ini, keberhasilan Persib Bandung memenangkan laga jauh lebih berharga daripada hanya sekadar memburu predikat sebagai kiper dengan jumlah nirbobol terbanyak.
"Pertama-tama saya ucapkan syukur. Yang penting sekarang itu kemenangan dulu," kata Teja sebagaimana dikutip dari laman resmi Persib.
Ia juga mengaku belum memiliki bayangan khusus mengenai target pribadi yang ingin dicapai seandainya rekor milik Yoo Jae-hoon itu benar-benar berhasil ia patahkan nantinya.
Teja kini hanya memikirkan satu misi besar, yakni memastikan Persib Bandung mencatatkan sejarah dengan meraih tiga gelar juara secara beruntun di Liga Indonesia.
Berita Terkait
-
Sergio Castel Masih Mandul, Bojan Hodak Pasang Badan Bilang Begini
-
Kartu Merah Tak Hentikan Persib! Klok Bongkar Rahasia Kemenangan Maung Bandung
-
Bingung Dukung Persija atau Persib Buat Juara Super League, Rachmat Irianto Kasih Jawaban Tegas
-
Enggan Larut Euforia, Frans Putros Minta Persib Bandung Fokus Hadapi Dewa United
-
Jan Olde Riekerink Ungkap Kunci Tumbangkan Malut United di Ternate
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo