- Pemkab Malang secara resmi menolak memberikan rekomendasi izin untuk laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.
- Penolakan ini didasarkan pada trauma dan luka mendalam dari Tragedi Kanjuruhan 2022, ditambah pihak kepolisian yang dikabarkan tidak siap mengawal laga.\
- Pengamat menilai pemaksaan laga di Kanjuruhan mencederai empati publik, bermotif bisnis, dan mendesak pertandingan tersebut dipindah ke luar daerah.
“Ini kami dapat informasi bahwa Kapolres Malang tidak siap. Berarti sudah ada dua aspek. Satu aspek saja bisa membatalkan pertandingan. Ini sudah dua aspek. Tinggal kita tunggu putusan resminya,” katanya.
Solusi Pindah Venue
Rencana menggelar Derbi Jatim di lokasi tragedi ini seketika memantik amarah dari kalangan akademisi dan peneliti lokal.
Peneliti bernama Rafi Azzamy menilai PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi terlalu berorientasi pada kepentingan bisnis tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Rafi secara proaktif mendesak agar panitia pelaksana segera mencari kandang alternatif di luar daerah demi menghormati para korban.
“Saya menaawarkan solusi laga itu dipindah, terserah di mana, asal tidak di Kanjuruhan. Jadi laga di gelar di luar daerah. Soal anggaran terserah. Laga digelar di stadion Kanjuruhan itu kemungkaran,” tegasnya.
Harapan Kebangkitan di Tengah Bayang Tragedi
Di sisi lain, anggota DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wadoyo, mengingatkan bahwa tragedi kemanusiaan tersebut harus menjadi pelajaran sejarah yang tak boleh dilupakan.
Namun, ia juga menyoroti pentingnya kebangkitan mentalitas persepakbolaan di Malang Raya tanpa melukai nilai-nilai kemanusiaan yang ada.
Baca Juga: Skuad Pincang Bukan Halangan, Persija Jakarta Siapkan Taktik Lumat Persebaya
“Tapi itu tidak boleh terus berlanjut. Harus kita pulihkan. Kita harus bangkit bersama. Kita harus punya semangat bangkit. Dari perspektif kemanusiaan kita harus jadikan catatan, tapi dari perspektif sepakbola kita harus bangkit,” ucapnya.
Sebagai latar belakang, Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu tragedi paling kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia pada 1 Oktober 2022 lalu yang merenggut ratusan korban jiwa.
Insiden berdarah yang juga terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut hingga kini masih meninggalkan trauma kolektif yang sulit dihapus oleh warga Malang Raya.
Oleh karena itu, pemaksaan untuk kembali menggelar laga dengan tensi serupa di lokasi yang sama dianggap oleh publik sebagai sebuah tindakan yang mencederai empati.
Berita Terkait
-
Bobotoh Jangan Sampai Salah, Super Big Match Persib vs Arema FC Dipercepat
-
Persija Jakarta Kembali Menang, Allano Lima Makin Percaya Diri Hadapi Sisa Musim
-
Persija Jakarta Gelar Workshop Fotografi di GBK Saat Laga Kontra Persebaya
-
Asa Juara Sirna Dilibas Persija, Persebaya Surabaya Fokus Akhiri Musim Sebaik Mungkin
-
Hasil Super League: Persija Jakarta Bantai Persebaya 3-0 di Stadion GBK
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Kalahkan Brasil, Timnas Indonesia Lolos Final Piala Dunia Mini Soccer 2026
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!