- Timnas Indonesia U-17 gagal melaju ke semifinal Piala AFF U-17 2026 setelah hanya finis di peringkat ketiga Grup A, di bawah Vietnam dan Malaysia.
- Kegagalan ini mengungkap masalah serius yakni minimnya produktivitas gol, di mana skuad Garuda Muda gagal mencetak skor saat melawan Vietnam dan Malaysia.
- Penurunan kualitas individu pemain dibandingkan generasi sebelumnya membuat permainan tim tidak konsisten, menjadi peringatan keras jelang bergulirnya Piala Asia U-17 2026.
Suara.com - Kegagalan menyakitkan harus ditelan Timnas Indonesia U-17 yang terpaksa angkat koper lebih awal dari babak penyisihan grup ajang Piala AFF U-17 2026.
Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, skuad asuhan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto justru gagal menunjukkan dominasi sebagai tuan rumah turnamen kelompok umur se-Asia Tenggara tersebut.
Berdasarkan rilis klasemen akhir dari Soccerway.com, skuad Garuda Muda harus rela finis di peringkat ketiga Grup A di bawah bayang-bayang tim kuat Vietnam dan Malaysia.
Lini Serang Tumpul dan Miskin Gol
Tersingkirnya pasukan Merah Putih ini meninggalkan dua catatan kritis yang kini menjadi pekerjaan rumah raksasa bagi jajaran tim pelatih.
Fakta memprihatinkan pertama yang langsung mencolok mata adalah minimnya tingkat produktivitas lini serang di sepanjang jalannya fase grup.
Dari total tiga pertandingan yang dilakoni, anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto tercatat hanya mampu mencetak gol dalam satu laga saja.
Pesta empat gol tanpa balas ke gawang Timor Leste di laga pembuka ternyata menjadi satu-satunya momen selebrasi bagi barisan penyerang Indonesia.
Saat menghadapi lawan yang sepadan dan lebih terorganisir, ketajaman skuad Garuda Muda seolah menguap tak tersisa di atas lapangan hijau.
Baca Juga: Remuk di Piala AFF U-17, Timnas Indonesia Bakal Ketambahan 3 Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17
Kekalahan menyakitkan dari Malaysia dan kebuntuan total saat ditahan imbang oleh Vietnam menjadi bukti nyata betapa tumpulnya skema serangan yang dibangun.
Krisis Bintang dan Penurunan Kualitas Individu
Hal krusial kedua yang menjadi sorotan tajam publik adalah adanya penurunan kualitas individu secara keseluruhan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Pada skuad yang tampil di tahun 2026 ini, tim pelatih terlihat kesulitan menemukan sosok pemain bintang yang benar-benar bisa menonjol sebagai pembeda.
Ketiadaan sosok jenderal lapangan atau penyerang berinsting pembunuh membuat irama permainan tim terlihat sangat monoton dan mudah terbaca oleh lawan.
Kondisi ini amat kontras dengan skuad generasi terdahulu yang selalu memiliki beberapa pemain kunci untuk memecah kebuntuan dalam situasi tertekan.
Berita Terkait
-
Komentar Media Vietnam Usai Timnas Indonesia U-17 Gagal Total di Piala AFF U-17 2026
-
Rekor Buruk yang Bayangi Timnas Indonesia U-17 Jelang Piala Asia U-17 2026
-
Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF
-
Babak-belur di Piala AFF U-17 2026, 3 Nama Ini Bakal Join ke Timnas Indonesia U-17?
-
PR Besar Timnas Indonesia U-17 usai Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17 2026
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Tidak Hanya dari Eropa, Timnas Indonesia Pernah Punya Pemain Naturalisasi dari Tanah Afrika
-
Gaji Skuad Sassuolo Dibongkar Media Italia, Jay Idzes Tembus Puluhan Miliar Rupiah
-
Ingatkan Regulasi PSSI, Persib Bandung Larang Aremania Hadir di GBLA
-
Eks Barcelona Rafael Marquez akan Latih Meksiko usai Piala Dunia 2026
-
Tak Biasa, Jude Bellingham Beli Saham Klub Kriket
-
Hasil Super League: Maxwell Gagal Penalti, Persija Jakarta Ditahan PSIM 1-1
-
Menteri Olahraga Iran Ungkap Satu Syarat Mutlak untuk Tampil di Piala Dunia 2026
-
Hasil PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta di Babak I: Gol Cepat Vidal Dibalas Allano
-
Waspadai Ze Valente Cs, Pelatih Persija Fokus Taktik Kolektif Lawan PSIM
-
Cristiano Ronaldo Berpeluang Main Bareng Anaknya di Al Nassr, Duet Impian Segera Terwujud?