- Media Italia melaporkan US Sassuolo mengeluarkan total 41 juta euro untuk tagihan gaji pemain musim 2025/2026.
- Domenico Berardi menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di klub Sassuolo sebesar 5,56 juta euro per tahun.
- Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, menerima gaji 1,11 juta euro atau Rp18,8 miliar per musim di Sassuolo.
Suara.com - Laporan dari media Italia baru-baru ini mengungkap rincian gaji para pemain US Sassuolo untuk musim 2025/2026.
Di antara nama-nama besar, sorotan khusus tertuju pada bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes yang ternyata mengantongi gaji dengan nominal yang sangat fantastis.
Secara total, klub Serie A itu Italia dilaporkan menghabiskan sekitar 41 juta euro untuk tagihan gaji pemain mereka musim ini.
"Gaji Sassuolo 2026: Tagihan gaji setelah jendela transfer Januari. Berardi menjadi yang terdepan," tulis media Italia, Sassuolo News.
Seperti yang diduga, kapten tim Domenico Berardi masih menjadi pemain dengan bayaran termahal di skuad, dengan gaji mencapai 5,56 juta euro (sekitar Rp94,5 miliar) per tahun.
Namun, yang paling menarik perhatian publik sepak bola tanah air tentu saja adalah besaran pendapatan Jay Idzes.
Menurut laporan tersebut, sang kapten Timnas Indonesia ini menerima gaji sebesar 1,11 juta euro per tahun.
Jika dikonversikan ke dalam Rupiah, angka tersebut setara dengan Rp18,8 miliar per musim.
Meskipun belum masuk dalam jajaran pemain dengan gaji tertinggi di klub, angka ini jelas bukanlah nominal yang kecil.
Baca Juga: Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam
Gaji yang mendekati Rp20 miliar per tahun ini menjadi bukti sahih bahwa kualitas Idzes telah diakui di level elite sepak bola Eropa.
Kepercayaan klub terhadapnya juga terlihat dari durasi kontraknya yang masih berlaku hingga tahun 2029, sebuah sinyal kuat bahwa ia menjadi bagian dari proyek jangka panjang Sassuolo.
Nominal gaji yang besar ini selaras dengan kontribusi masif Idzes di lapangan.
Musim ini, ia telah menjadi pilihan utama di jantung pertahanan dengan mencatatkan 30 penampilan di Serie A dan mengoleksi lebih dari 2.700 menit bermain.
Berita Terkait
-
Statistik Jay Idzes Bikin Kagum, Bawa Sassuolo Hajar Como 1907
-
Klub Semenjana dengan Jersey 'Menyala', Ada Eks Tim Jay Idzes
-
Deretan Bintang Timnas Indonesia yang akan Absen di Piala AFF 2026
-
Kapan Timnas Indonesia vs Prancis? Erick Thohir Buka Suara Kans Jay Idzes Hadapi Mbappe
-
Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Ingatkan Regulasi PSSI, Persib Bandung Larang Aremania Hadir di GBLA
-
Eks Barcelona Rafael Marquez akan Latih Meksiko usai Piala Dunia 2026
-
Tak Biasa, Jude Bellingham Beli Saham Klub Kriket
-
Hasil Super League: Maxwell Gagal Penalti, Persija Jakarta Ditahan PSIM 1-1
-
Menteri Olahraga Iran Ungkap Satu Syarat Mutlak untuk Tampil di Piala Dunia 2026
-
Hasil PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta di Babak I: Gol Cepat Vidal Dibalas Allano
-
Waspadai Ze Valente Cs, Pelatih Persija Fokus Taktik Kolektif Lawan PSIM
-
Cristiano Ronaldo Berpeluang Main Bareng Anaknya di Al Nassr, Duet Impian Segera Terwujud?
-
Ketergantungan Satu Pemain, Statistik Ungkap Arsenal Sulit Menang Tanpa Bukayo Saka
-
Bukan Hanya Fadly Alberto Hengga, Jejak Kekerasan Juga Menyeret Pemain Muda Ini