- Sandy Walsh tampil impresif membela Buriram United pada ajang AFC Champions League Elite musim 2025/2026.
- Perjalanan Buriram United terhenti di babak perempat final setelah kalah 2-3 dari Shabab Al Ahli.
- Sandy Walsh mencatatkan 368 menit bermain dengan performa agresif yang krusial bagi keseimbangan taktikal timnya.
Suara.com - Penampilan memukau bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, bersama raksasa Thailand, Buriram United, di ajang AFC Champions League Elite 2025/2026 sukses menyita perhatian publik sepak bola Asia.
Meski langkah bersejarah timnya harus terhenti di babak perempat final usai kalah dari Shabab Al Ahli, debut Sandy Walsh di level Asia tetap dinilai sangat impresif.
Intensitas tinggi dan determinasi tanpa kompromi yang ditunjukkan sepanjang turnamen membuktikan kualitas penggawa Garuda tersebut layak bersaing di level tertinggi antarklub Asia.
Drama Perpanjangan Waktu Melawan Wakil Timur Tengah
Perjalanan Buriram United di kompetisi elite Asia musim ini harus berakhir setelah menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Shabab Al Ahli.
Pertarungan sengit melawan wakil Uni Emirat Arab itu terpaksa dituntaskan hingga babak perpanjangan waktu yang menguras fisik dan mental kedua tim.
Laga yang digelar di Prince Abdullah Al-Faisal Sports City Stadium tersebut menjadi saksi perjuangan tanpa lelah lini pertahanan Buriram United dalam menahan gempuran lawan.
Meski gagal melangkah ke semifinal, performa agresif Sandy Walsh di sisi kanan lapangan tetap menuai banyak pujian.
Rapor Agresif Sang Bek Sayap
Baca Juga: Taktik 3 Bek John Herdman Butuh Fisik Ekstra, 10 Wingback Gahar Siap Bersaing di Timnas Indonesia
Berdasarkan data Transfermarkt, Sandy Walsh mendapat kepercayaan tampil dalam delapan pertandingan di AFC Champions League Elite musim ini.
Ia membukukan total 368 menit bermain, dengan peran penting dalam membantu transisi cepat dari lini pertahanan ke area serang.
Sebagai wing back kanan, Sandy dituntut aktif melakukan penetrasi ke sepertiga akhir lapangan lawan, sekaligus sigap turun membantu pertahanan.
Pemain berusia 30 tahun itu juga kerap terlibat duel-duel fisik sengit saat menghadapi pemain sayap lawan yang memiliki kecepatan tinggi.
Catatan empat kartu kuning sepanjang turnamen menjadi bukti tingginya intensitas dan keberaniannya dalam memutus serangan lawan.
Modal Berharga untuk Buriram United
Berita Terkait
-
Resmi! Sandy Walsh Orang Indonesia Pertama yang Juara Liga Thailand
-
Sandy Walsh Ukir Sejarah, Jadi Pemain Pertama Indonesia yang Juara Liga Thailand
-
Buriram United Diambang Juara, Sandy Walsh Siap Pecahkan Rekor Langka di Kasta Tertinggi Thailand
-
Siapa Pengganti Dean James di Laga Timnas Indonesia vs Kitts and Nevis?
-
Inilah 5 Pemain Paling Berpengalaman di Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Persija Juara Super League Musim Depan? Ini Dua Kata Kunci Shin Tae-yong
-
Shin Tae-yong Latih Persija Jakarta, Media Korea: Akhir Pahit ke Tantangan Besar
-
Persib Kena Tikung, Shin Tae-yong: Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija Jakarta
-
Skenario yang Bikin Vietnam Gagal ke Semifinal Piala AFF U-19 Usai Ditekuk Timnas Indonesia U-19
-
Persija Umumkan Kontrak Mariano Peralta di Tengah Perkenalan Shin Tae-yong
-
Ragnar Oratmangoen Sedang Negosiasi dengan Klub Eredivisie Belanda
-
Gabung Persija Jakarta, Shin Tae-yong Dapat Beragam Fasilitas Mewah Ini?
-
Lamine Yamal dan Nico Williams Tidak Dibawa Spanyol Lawan Peru, Kenapa?
-
Kata-kata Pertama Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Persija Jakarta
-
BREAKING NEWS! Shin Tae-yong Pelatih Baru Persija Jakarta