- Matthias Sindelar adalah legenda sepak bola Austria era 1930-an yang dijuluki Mozart Sepak Bola berkat kecerdasan taktiknya.
- Sindelar menjadi motor penggerak Wunderteam setelah debut internasionalnya yang impresif melawan Cekoslovakia pada tahun 1926 silam.
- Ia membawa Austria menjadi favorit juara Piala Dunia 1934 sebelum akhirnya terhenti di babak semifinal melawan Italia.
Suara.com - Timnas Austria yang tengah berjuang menuju Piala Dunia 2026 tak bisa dilepaskan dari sosok legendaris Matthias Sindelar. Kejeniusan visinya di lapangan membuatnya dijuluki “Mozart Sepak Bola”.
Sindelar dikenal sebagai ikon generasi emas Austria era 1930-an. Meski memiliki postur kurus hingga dijuluki “Manusia Kertas”, ia mampu menjadi otak permainan tim dengan teknik, kreativitas, dan kecerdasan luar biasa.
Menyitat FIFA, penyanyi tenor Michael Kelly pernah menggambarkan Sindelar sebagai sosok kecil yang tak terlihat seperti atlet hebat, tetapi mampu bermain layaknya seniman di atas lapangan.
Pelatih legendaris Hugo Meisl awalnya juga ragu memanggil Sindelar ke tim nasional. Namun, keraguan itu perlahan sirna setelah sang pemain menunjukkan kemampuan istimewa bersama klub dan negaranya.
Masa Muda Sulit hingga Lahirnya Wunderteam
Kehidupan Sindelar sejak kecil tidak mudah. Ia kehilangan ayahnya saat berusia 14 tahun dan terpaksa putus sekolah untuk bekerja sebagai tukang kunci demi membantu keluarga.
Namun, bakat sepak bolanya terus berkembang. Pada usia 18 tahun, Sindelar mulai menarik perhatian publik sepak bola Austria berkat teknik dan visi bermainnya.
Kesempatan debut internasional datang pada 1926 saat Austria dilanda krisis cedera pemain. Sindelar langsung tampil impresif dengan mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan 2-1 atas Cekoslovakia di Praha.
Kariernya sempat meredup setelah Austria bermain imbang melawan lawan yang sama empat tahun kemudian. Akan tetapi, kedatangan ahli taktik asal Inggris Jimmy Hogan menjadi titik balik penting.
Baca Juga: Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
Hogan meyakinkan Hugo Meisl untuk menjadikan Sindelar sebagai pusat permainan Austria. Keputusan itu terbukti tepat setelah Austria menghancurkan Skotlandia 5-0 dan melahirkan generasi legendaris “The Wunderteam”.
Momen Ikonik Sindelar di Piala Dunia
Sebelum tampil di Piala Dunia 1934, Austria tampil luar biasa dalam tur internasional dengan menundukkan Belgia, Bulgaria, Prancis, Hungaria, dan Swiss.
Salah satu penampilan terbaik Sindelar terjadi saat Austria membantai Hungaria 8-2 pada 1932. Ia mencetak tiga gol dan lima assist dalam laga tersebut.
Kehebatannya juga diakui saat Austria kalah tipis 3-4 dari Inggris di Stamford Bridge. Wasit John Langenus bahkan menyebut gol Sindelar sebagai sebuah “mahakarya”.
“Gol Sindelar adalah sebuah mahakarya yang mungkin tak bisa dicetak pemain lain melawan Inggris,” ujar Langenus.
Berita Terkait
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Klaim Hindari Calo Ilegal
-
Hossam Hassan, Legenda Mesir dengan Prestasi Mentereng yang Lampaui Mohamed Salah
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement