Bola / Bola Dunia
Kamis, 07 Mei 2026 | 19:05 WIB
Matthias Sindelar (tengah): Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia. [Dok. FIFA]
Baca 10 detik
  • Matthias Sindelar adalah legenda sepak bola Austria era 1930-an yang dijuluki Mozart Sepak Bola berkat kecerdasan taktiknya.
  • Sindelar menjadi motor penggerak Wunderteam setelah debut internasionalnya yang impresif melawan Cekoslovakia pada tahun 1926 silam.
  • Ia membawa Austria menjadi favorit juara Piala Dunia 1934 sebelum akhirnya terhenti di babak semifinal melawan Italia.

Austria kemudian datang ke Piala Dunia 1934 di Italia dengan status favorit juara. Sekitar 12 ribu pendukung Austria rela menyeberang demi menyaksikan aksi sang maestro.

Sindelar kembali tampil gemilang saat Austria menyingkirkan Prancis lewat perpanjangan waktu. Namun, tantangan berat datang di semifinal melawan tuan rumah Italia.

Dalam kondisi cedera, Sindelar tetap memaksa bermain. Ia terus mendapat penjagaan ketat dan permainan keras dari bek Italia, Luis Monti.

Austria sebenarnya tampil dominan dengan melepaskan 22 tembakan. Namun, ketangguhan kiper Gianpiero Combi dan gol kontroversial Enrique Guaita membuat langkah Austria terhenti.

Warisan Abadi Sang Mozart Sepak Bola

Meski gagal menjadi juara dunia, Sindelar tetap dikenang sebagai simbol kejayaan sepak bola Austria.

Jurnalis olahraga Willy Meisl menggambarkannya sebagai pemain yang “tidak punya otot, tetapi penuh otak”. Teknik tinggi, kreativitas, dan kecerdasan bermain membuat Sindelar menjadi salah satu legenda terbesar sepak bola dunia.

Warisan Sindelar kini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi baru Austria yang berjuang menuju Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off

Load More