Persija Jakarta mengandalkan efektivitas lini depan untuk menghadapi pertahanan disiplin milik Persib Bandung.
Pelatih Mauricio Souza menargetkan gol cepat guna mengamankan kemenangan penting dalam laga klasik.
Statistik 58 gol menjadi modal besar Macan Kemayoran saat menjamu Maung Bandung di Samarinda.
Suara.com - Persija Jakarta mengandalkan modal ketajaman lini serang untuk meruntuhkan tembok pertahanan kokoh Persib Bandung.
Klub berjuluk Macan Kemayoran ini optimis mampu mencetak gol meski lawan memiliki catatan defensif terbaik.
Kedua tim akan beradu taktik pada pekan ke-32 Super League di Stadion Segiri, Samarinda.
Kepercayaan diri tuan rumah muncul dari koleksi gol yang sangat produktif sepanjang musim kompetisi berjalan.
Duel klasik ini menjadi ujian konsistensi bagi barisan depan Jakarta dalam membongkar kedisiplinan lawan.
Persib Bandung saat ini memegang status sebagai tim dengan organisasi pertahanan paling solid di liga.
Tim tamu hanya membiarkan gawang mereka bobol sebanyak 20 kali dari total 31 pertandingan.
Statistik tersebut menunjukkan betapa sulitnya bagi penyerang manapun untuk masuk ke area penalti mereka.
Mauricio Souza mengakui bahwa disiplin posisi menjadi kekuatan utama yang menonjol dari skuad rival.
Baca Juga: Persija vs Persib, Umuh Muchtar: Ini Final yang Sebenarnya
“Mereka memiliki pertahanan yang sangat kuat. Aspek pertahanan mereka sangat tangguh. Mereka adalah tim yang lebih banyak bertahan daripada menyerang,” kata Mauricio Souza.
Meski lawan punya pertahanan baja, Persija Jakarta tidak datang ke lapangan dengan tangan hampa.
Tim ibu kota tercatat sebagai tim tertajam ketiga dengan raihan total 58 gol sejauh ini.
Performa impresif juga terlihat dari catatan 11 gol yang dihasilkan dalam lima laga terakhir.
Allano Lima dan rekan setimnya terbukti sangat efektif dalam memanfaatkan kelengahan di barisan belakang lawan.
Persija hanya kebobolan satu kali dalam rentetan tren positif yang mereka lalui belakangan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Persija Jakarta Selangkah Lagi Rekrut Bek Bosnia, Kontrak 2 Tahun Sudah Disepakati
-
Shin Tae-yong Turun Langsung Cek Fasilitas Persija, Persiapan Macan Kemayoran Menuju Musim Baru
-
Jepang Penjaga Marwah Asia: 11 Pertandingan Tak Terkalahkan Lawan Tim Eropa
-
Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund
-
Kimmich Soroti Kesalahan Fatal Jerman usai Dikalahkan Ekuador di Piala Dunia 2026
-
Arema FC Pertahankan Adi Satryo dan Gianluca, Siapkan Empat Kiper untuk Super League 2026/2027
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar