- Pengamat Kesit Budi Handoyo mengkritik Persija Jakarta yang harus pindah ke Samarinda karena ketiadaan stadion kandang permanen.
- Ketidakjelasan markas bagi klub ibu kota ini berdampak negatif terhadap citra profesionalisme serta potensi pendapatan tiket pertandingan.
- Kesit mendesak pengelola segera menetapkan GBK atau JIS sebagai stadion kandang tetap melalui kontrak dan perbaikan teknis.
Suara.com - Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, menilai situasi Persija Jakarta yang belum memiliki stadion kandang permanen sebagai ironi bagi klub ibu kota.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merusak citra profesionalisme, tetapi juga berdampak pada performa dan potensi pendapatan klub.
Kritik itu disampaikan menyusul laga yang membuat Persija harus berpindah lokasi ke Samarinda untuk menjalani pertandingan kandang.
“Kemudian soal jadwal, secara umum sudah baik. Namun, masih ada ketidakpastian sejumlah klub saat menggelar laga kandang,” ujar Kesit kepada Suara.com.
Ia menambahkan, “Contoh terakhir Persija yang harus mengungsi ke Samarinda. Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi. Klub Jakarta semestinya bermain di Jakarta.”
Dampak ke Citra dan Pendapatan Klub
Kesit menilai persoalan ini tidak hanya dialami Persija, tetapi juga beberapa klub lain yang belum memenuhi standar stadion sesuai ketentuan operator liga.
Namun, sebagai klub besar dari kota metropolitan, Persija menjadi sorotan utama.
Menurutnya, ketidakjelasan home base membuat klub sulit memaksimalkan pemasukan dari tiket dan aktivitas pertandingan.
Baca Juga: Ribut-ribut Pemain Setelah Duel Persija vs Persib, PSSI Belum Berani Ambil Sikap
“Bagaimana klub bisa meraih hasil optimal dan pendapatan maksimal jika tidak bermain di kandang sendiri?” ujarnya.
Ia juga menyinggung harapan suporter yang sempat muncul saat Jakarta International Stadium (JIS) diproyeksikan sebagai kandang utama.
Namun, penggunaannya belum konsisten karena berbagai kendala teknis dan agenda lain.
Desakan Kepastian untuk Musim Baru
Kesit meminta agar sebelum musim baru dimulai, ada keputusan tegas terkait stadion kandang Persija, baik di JIS maupun Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Jika menggunakan GBK, diperlukan kontrak sewa yang jelas. Jika memilih JIS, maka perbaikan teknis seperti kualitas rumput harus segera dituntaskan.
Berita Terkait
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Masalah Tunggakan Gaji Tak Kunjung Usai, PSSI dan I.League Diminta Terapkan Audit Keuangan Ketat
-
Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
-
Arema FC Bidik Sapu Bersih Kemenangan di Dua Laga Terakhir BRI Super League 2025/2026
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Persija Siap Rombak Sektor Kiper, Penjaga Gawang Berlabel Timnas Indonesia Jadi Incaran
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Masalah Tunggakan Gaji Tak Kunjung Usai, PSSI dan I.League Diminta Terapkan Audit Keuangan Ketat
-
Krisis Internal Timnas Curacao, Fred Rutten Mundur Usai Tekanan Pemain Minta Pelatih Lama Kembali
-
Publik Jepang Ramai-ramai Doakan Timnas Indonesia Tumbangkan Qatar di Piala Asia 2027
-
Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
-
PSSI Hubungi FIFA, Bahas Bidding Piala Dunia Futsal 2028
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
-
Transfer Ederson ke Manchester United Terancam Gagal Jika Arsenal Berani Bayar Mahal
-
Erick Thohir Minta PSSI Tak Gengsi Belajar dari Federasi Futsal Indonesia