Bola / Bola Indonesia
Selasa, 12 Mei 2026 | 15:27 WIB
Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung dalam laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore WIB. [Dok. Persija]
Baca 10 detik
  • Pengamat Kesit Budi Handoyo mengkritik Persija Jakarta yang harus pindah ke Samarinda karena ketiadaan stadion kandang permanen.
  • Ketidakjelasan markas bagi klub ibu kota ini berdampak negatif terhadap citra profesionalisme serta potensi pendapatan tiket pertandingan.
  • Kesit mendesak pengelola segera menetapkan GBK atau JIS sebagai stadion kandang tetap melalui kontrak dan perbaikan teknis.

Suara.com - Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, menilai situasi Persija Jakarta yang belum memiliki stadion kandang permanen sebagai ironi bagi klub ibu kota.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merusak citra profesionalisme, tetapi juga berdampak pada performa dan potensi pendapatan klub.

Kritik itu disampaikan menyusul laga yang membuat Persija harus berpindah lokasi ke Samarinda untuk menjalani pertandingan kandang.

“Kemudian soal jadwal, secara umum sudah baik. Namun, masih ada ketidakpastian sejumlah klub saat menggelar laga kandang,” ujar Kesit kepada Suara.com.

Ia menambahkan, “Contoh terakhir Persija yang harus mengungsi ke Samarinda. Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi. Klub Jakarta semestinya bermain di Jakarta.”

Dampak ke Citra dan Pendapatan Klub

Kesit menilai persoalan ini tidak hanya dialami Persija, tetapi juga beberapa klub lain yang belum memenuhi standar stadion sesuai ketentuan operator liga.

Namun, sebagai klub besar dari kota metropolitan, Persija menjadi sorotan utama.

Menurutnya, ketidakjelasan home base membuat klub sulit memaksimalkan pemasukan dari tiket dan aktivitas pertandingan.

Baca Juga: Ribut-ribut Pemain Setelah Duel Persija vs Persib, PSSI Belum Berani Ambil Sikap

“Bagaimana klub bisa meraih hasil optimal dan pendapatan maksimal jika tidak bermain di kandang sendiri?” ujarnya.

Ia juga menyinggung harapan suporter yang sempat muncul saat Jakarta International Stadium (JIS) diproyeksikan sebagai kandang utama.

Namun, penggunaannya belum konsisten karena berbagai kendala teknis dan agenda lain.

Desakan Kepastian untuk Musim Baru

Kesit meminta agar sebelum musim baru dimulai, ada keputusan tegas terkait stadion kandang Persija, baik di JIS maupun Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Jika menggunakan GBK, diperlukan kontrak sewa yang jelas. Jika memilih JIS, maka perbaikan teknis seperti kualitas rumput harus segera dituntaskan.

Load More