- Persaingan gelar juara Super League 2025/2026 antara Persib, Borneo FC, dan Persija berlangsung sangat ketat.
- Persija menghadapi kendala non-teknis berupa ketidakpastian stadion kandang, berbeda dengan Persib dan Borneo FC yang stabil.
- Pengamat sepak bola mendesak PSSI dan operator liga menjamin kepastian stadion demi kompetisi yang lebih profesional.
Suara.com - Persaingan gelar juara Super League 2025/2026 antara Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta berlangsung ketat. Namun, pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, menilai ada persoalan non-teknis yang berpotensi menciptakan ketimpangan.
Menurutnya, Persija harus berjuang tanpa kepastian stadion kandang, sementara rival seperti Persib Bandung dan Borneo FC dapat memaksimalkan dukungan suporter di markas masing-masing.
“Kompetisi musim ini memang ketat dan bisa saja ditentukan hingga pekan terakhir. Persaingannya bagus,” kata Kesit kepada Suara.com.
Namun, ia menilai ada aspek yang tidak seimbang dalam kondisi tersebut.
Keuntungan Bermain di Kandang Sendiri
Kesit menyebut Persib Bandung tampil sangat kuat saat bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dengan dukungan Bobotoh.
Hal serupa juga dirasakan Borneo FC yang tampil solid di Stadion Segiri.
Persib diketahui mendapat hak pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) selama 30 tahun sejak 2024.
Sementara itu, Borneo FC konsisten menggunakan Stadion Segiri, Samarinda sebagai kandangnya untuk musim ini.
Baca Juga: Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
Sebaliknya, Persija tidak selalu dapat bermain di Jakarta. Situasi itu, menurutnya, berdampak pada performa tim sekaligus potensi pendapatan dari penjualan tiket.
“Bagaimana klub bisa meraih hasil dan pendapatan maksimal jika tidak bermain di kandangnya sendiri?” ujarnya.
Ia menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius PSSI dan operator kompetisi, I.League.
Desakan Kepastian dan Profesionalisme
Kesit juga menyoroti kebijakan yang dinilai masih memberi kompromi kepada klub yang belum memenuhi standar infrastruktur.
Menurutnya, toleransi berlebihan dapat merugikan klub dan menurunkan citra liga.
Tag
Berita Terkait
-
Pengamat Soroti Ironi Persija Jakarta: Klub Ibu Kota, Kesulitan Punya Kandang Tetap
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Masalah Tunggakan Gaji Tak Kunjung Usai, PSSI dan I.League Diminta Terapkan Audit Keuangan Ketat
-
Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Pengamat Soroti Ironi Persija Jakarta: Klub Ibu Kota, Kesulitan Punya Kandang Tetap
-
Persija Siap Rombak Sektor Kiper, Penjaga Gawang Berlabel Timnas Indonesia Jadi Incaran
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Masalah Tunggakan Gaji Tak Kunjung Usai, PSSI dan I.League Diminta Terapkan Audit Keuangan Ketat
-
Krisis Internal Timnas Curacao, Fred Rutten Mundur Usai Tekanan Pemain Minta Pelatih Lama Kembali
-
Publik Jepang Ramai-ramai Doakan Timnas Indonesia Tumbangkan Qatar di Piala Asia 2027
-
Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
-
PSSI Hubungi FIFA, Bahas Bidding Piala Dunia Futsal 2028
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
-
Transfer Ederson ke Manchester United Terancam Gagal Jika Arsenal Berani Bayar Mahal