Profil Timnas DR Kongo. (Instagram/@fecofadrc)
Baca 10 detik
- Timnas RD Kongo, yang dikenal sebagai The Leopards, mencatatkan sejarah sebagai negara Sub-Sahara pertama di Piala Dunia 1974.
- Kekuatan tim saat ini didukung oleh kombinasi pemain lokal dan diaspora berbakat yang berkompetisi di liga Eropa.
- Meskipun memiliki performa solid dan disiplin taktik, tim masih menghadapi tantangan terkait inkonsistensi serta kedalaman skuad terbatas.
Meskipun demikian, inkonsistensi masih menjadi masalah utama bagi Kongo. Mereka terkadang bisa tampil luar biasa saat melawan tim-tim besar, namun kehilangan fokus saat harus menghadapi lawan yang di atas kertas lebih lemah.
Selain itu, koordinasi antar lini masih perlu ditingkatkan, terutama saat berada di bawah tekanan tinggi dari lawan.
Kedalaman skuad mereka juga belum sekuat para elite Afrika lainnya seperti Maroko atau Senegal.
Fakta Menarik
- Pernah tampil di Piala Dunia FIFA 1974 dengan nama Zaire.
- Merupakan juara Piala Afrika sebanyak dua kali (1968 dan 1974).
- Menjadi negara Afrika pertama dari kawasan Sub-Sahara yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia.
Komentar
Berita Terkait
-
Era Baru Der Panzer Dimulai di Piala Dunia 2026, Nagelsmann Tolak Jerman Jadi Spanyol 2.0
-
Cari Pelapis Harry Kane, Thomas Tuchel Bakal Pilih Striker Uzur Ini ke Piala Dunia 2026
-
Krisis Internal Timnas Curacao, Fred Rutten Mundur Usai Tekanan Pemain Minta Pelatih Lama Kembali
-
PSSI Hubungi FIFA, Bahas Bidding Piala Dunia Futsal 2028
-
Messi Kapten, Lionel Scaloni Berani Buang Paulo Dybala Demi Darah Muda Serie A di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ungkap Situasi Sempat Memanas, Manajer Persib Murka Provokasi Oknum Suporter
-
Turun Kasta, Oxford United Tetap Pertahankan Dua Pemain Timnas Indonesia
-
Persib Kehilangan Taring di Lini Pertahanan, Layvin Kurzawa Absen Hingga Akhir Musim?
-
Fabio Lefundes Bongkar Kunci Comeback Borneo FC! Pergantian Pemain Jadi Mimpi Buruk Bali United
-
Jadwal Pekan 33 BRI Super League: Kandidat Juara Persib dan Borneo FC Temui Lawan Tangguh
-
Perjalanan Ajaib Fares Ghedjemis Lawan Keraguan Klub Hingga Jadi Pahlawan Timnas Aljazair
-
Jelang Laga Hidup Mati Timnas Indonesia U-17 vs Jepang, Kurnawan: Keajaiban Harus Kita Ciptakan!
-
Jadwal Final Coppa Italia Inter vs Lazio: Misi Double Winner Nerazzurri
-
Tertampar Fakta! Maarten Paes Miris Lihat Realita Sepak Bola Akar Rumput Indonesia
-
Chelsea Diprediksi Kesulitan Lawan Manchester City di Final Piala FA