Bola / Bola Dunia
Senin, 18 Mei 2026 | 13:24 WIB
Ilustrasi kekerasan kartel di Meksiko [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Sepuluh orang tewas akibat penembakan brutal oleh kelompok bersenjata di Kota Tehuitzingo, Puebla, pada Minggu dini hari.
  • Pemerintah setempat sedang melakukan penyelidikan besar-besaran melibatkan berbagai unit keamanan namun belum menetapkan tersangka atau motif.
  • Insiden kekerasan ini memicu kekhawatiran keamanan menjelang peran Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 bulan Juni.

Suara.com - Gelombang kekerasan kembali mengguncang Meksiko menjelang kick off Piala Dunia 2026.

Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dalam aksi penembakan brutal di Kota Tehuitzingo, Negara Bagian Puebla, Minggu (17/5/2026) dini hari waktu setempat.

Pemerintah Puebla mengonfirmasi para korban terdiri dari enam pria, tiga perempuan, dan satu anak di bawah umur.

Seluruh korban ditemukan dengan luka tembak di sebuah rumah setelah warga melaporkan suara letusan senjata kepada polisi.

Pejabat setempat menyebut serangan dilakukan oleh kelompok bersenjata, namun belum ada rincian mengenai identitas pelaku maupun motif di balik penembakan tersebut.

Kota Guadalajara, Meksiko, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026, mendadak dilanda gelombang kekerasan kartel narkoba. [Suara.com]

“Petugas polisi datang ke lokasi setelah menerima laporan warga yang melihat beberapa orang diduga sudah tidak bernyawa,” tulis Kantor Kejaksaan Puebla dalam keterangannya.

Saat aparat tiba di lokasi, sejumlah korban ditemukan bersimbah darah akibat luka tembak.

Seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia saat dibawa menuju rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Media lokal melaporkan insiden terjadi sekitar pukul 01.55 dini hari.

Baca Juga: Gegara Upah Guru Meksiko Mengamuk Ancam Akan Ganggu Piala Dunia 2026

Warga sekitar mengaku mendengar rentetan tembakan sebelum suasana berubah panik.

Pihak berwenang langsung membuka penyelidikan besar-besaran dengan melibatkan Garda Nasional, kejaksaan negara bagian, polisi lokal, serta unit intelijen keamanan. Hingga kini belum ada tersangka yang ditangkap.

Tragedi berdarah itu terjadi ketika Meksiko tengah bersiap menjadi tuan rumah bersama AS dan Kanada dalam Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang.

Pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum sebelumnya telah menjanjikan pengamanan besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 100 ribu personel keamanan demi menjaga jalannya turnamen.

Namun serangkaian aksi kekerasan dalam beberapa bulan terakhir memicu kekhawatiran soal keamanan selama Piala Dunia berlangsung.

Pada April lalu, seorang turis asal Kanada tewas ditembak di kawasan wisata bersejarah Teotihuacan dekat Mexico City.

Load More