- Pelatih John Herdman menerapkan standar ketat bagi pemain diaspora agar memiliki pengalaman kompetisi di liga level atas Eropa.
- Kebijakan seleksi ini bertujuan meningkatkan kematangan taktis pemain demi memperkuat daya saing Timnas Indonesia di kancah Asia.
- PSSI mendukung visi jangka panjang tersebut untuk menciptakan skuad berkualitas dan memotivasi peningkatan performa seluruh pemain nasional.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menetapkan standar baru yang cukup ketat bagi para pemain diaspora yang ingin membela Skuad Garuda di masa depan.
Pelatih asal Kanada tersebut secara tegas menyatakan bahwa Timnas Indonesia membutuhkan tambahan amunisi yang telah matang berkompetisi di liga level atas Eropa.
Ia tidak ingin sembarangan dalam memilih pemain, mengingat target besar Indonesia adalah mampu bersaing secara konsisten dengan negara-negara kuat Asia.
Standardisasi kualitas pemain ini menjadi prioritas agar kualitas tim nasional tidak mengalami kesenjangan terlalu jauh saat menghadapi lawan tangguh.
"Tapi yang harus dipahami di sini adalah Indonesia membutuhkan lebih banyak pemain level tier satu dan tier dua yang bermain di liga top dunia," ujar Herdman dikutip dari YouTube ANTARA, Selasa (19/5/2026).
Fokus pada Pemain Berpengalaman di Liga Elite
Kriteria tersebut kini menjadi filter utama bagi setiap pemain keturunan yang masuk radar pemantauan tim kepelatihan nasional.
Herdman menilai pengalaman bermain di liga dengan intensitas tinggi akan sangat membantu pemain dalam beradaptasi dengan filosofi permainan yang diterapkannya.
Pemain yang berkarier di liga top Eropa dianggap memiliki kematangan taktis serta pemahaman posisi yang sudah terasah sejak usia muda.
Baca Juga: Ancelotti Sesumbar Brasil Juara Piala Dunia 2026: Tapi Tim Ini Siap Taklukkan Dunia!
Ia ingin membangun skuad yang tidak hanya mengandalkan semangat juang, tetapi juga memiliki kedalaman kualitas teknis yang mumpuni di setiap lini.
Kebijakan ini diambil agar Timnas Indonesia mampu berbicara banyak di berbagai turnamen besar, termasuk Piala Asia AFC dan Kualifikasi Piala Dunia.
PSSI Dukung Visi Jangka Panjang Herdman
PSSI disebut memberikan dukungan penuh terhadap visi Herdman demi memastikan setiap pemain naturalisasi benar-benar menjadi aset jangka panjang bagi tim nasional.
Para pemain lokal juga diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga sekaligus termotivasi untuk meningkatkan kualitas latihan mereka setiap hari.
Integrasi antara disiplin pemain Eropa dan bakat alami pemain Indonesia menjadi formula yang terus dibangun oleh sang pelatih.
Ke depan, hanya pemain dengan dedikasi tinggi dan kualitas kompetisi terbaik yang mampu menembus ketatnya seleksi Timnas Indonesia di era Herdman.
Semangat kompetitif tersebut diharapkan mampu membawa Skuad Garuda menjadi kekuatan baru yang disegani, baik di level regional maupun Asia.
Berita Terkait
-
Upaya Terakhir AS Gagalkan Timnas Iran ke Piala Dunia 2026! Team Melli Tertahan di Turki
-
Strategi John Herdman Memburu Pemain Diaspora Level Grade A Demi Piala Dunia 2030
-
Pemain Keturunan Bidikan John Herdman Bocor! Ada dari Liga Jerman, Belanda, hingga AS!
-
Doa Jahat Warga AS untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Datang Kalah Lalu Gak Pulang
-
Saya Belum Berani Sentuh Bola! Lamine Yamal Bikin Spanyol Panik Jelang Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi